Harga Timah Jeblok, Sektor Pertambangan Babel Anjlok

Ilustrasi.(net)
Ilustrasi.(net)

PANGKALPINANG,www.wowbabel.com  -- Di tengah membaiknya kinerja sektor pertanian, data Bank Indonesia ( BI) Perwakilan Bangka Belitung menyatakan pada Triwulan I 2020  kinerja sektor pertambangan dan industri pengolahan Babel menurun. Sedangkan sektor perdagangan mengalami perlambatan. 

Dari Rilis BI yang diterima wowbabel.com , Senin (18/5/2020), kinerja sektor pertambangan Babel terkontraksi sebesar 7,91% (yoy), lebih dalam dibandingkan penurunan yang terjadi pada triwulan sebelumnya sebesar 2,70% (yoy). 

Menurunnya kinerja sektor pertambangan juga senada dengan pertumbuhan ekonomi sektor industri pengolahan yang mengalami penurunan sebesar 2,86% (yoy) setelah pada triwulan sebelumnya mampu tumbuh sebesar 5,06% (yoy).

Kinerja kedua sektor lapangan usaha tersebut anjlok disebabkan jebloknya harga timah dunia  akibat permintaan timah global. Selama Januari-Maret  aktivitas industri otomotif dan elektronik selama pandemi Covid-19 menurun drastis.

Kinerja harga timah global pada awal 2020 masih relatif baik, pada Januari harga timah rata-rata mencapai USD 17.051/MT dan Februari USD 16.490/MT. Namun harga timah global makin turun pada Maret 2020  yakni USD 13.20 /MT sejalan dengan meluasnya penyebaran Covid-19 secara global hingga pernah menyentuh harga terendah sebesar USD 13.250/MT dengan rata-rata secara keseluruhan bulan mencapai USD 15.276/MT. 

"Dampak dari menurunnya harga timah global ini menyebabkan perusahaan pengolahan timah menahan ekspor logam timah yang berdampak terhadap penurunan produksi logam timah. Penurunan ekspor logam timah selanjutnya berdampak terhadap kinerja sektor perdagangan yang tumbuh melambat dari 2,34 (yoy) pada triwulan IV 201 9 menjadi 1,96% (yoy) pada triwulan 1 2020,"  jelas Kepala Bank Indonesia Perwakilan Babel, Tantan Heroika dalam rilisnya. (fn/wb)



TRENDING TOPICS
MEDSOS WOWBABEL