Satgas Pangan Akan Tegur Pedagang yang 'Nakal'

Ketua Tim Satgas Pangan Kabupaten Bangka Barat AKP Andri Eko Setiawan.(rul/wb)
Ketua Tim Satgas Pangan Kabupaten Bangka Barat AKP Andri Eko Setiawan.(rul/wb)

MUNTOK,www.wowbabel.com -- Ketua Tim Satgas Pangan Kabupaten Bangka Barat AKP Andri Eko Setiawan menyatakan akan terus mengimbau dan menegur jika ada praktik nakal para pedagang daging sapi dan ayam untuk memainkan harga jualnya.

Kasat Reskrim Polres Bangka Barat ini menyebutkan harga acuan tertinggi untuk daging sapi Rp 115.000/Kilogram sampai Rp 120.000/kilogram. Sedangkan untuk daging ayam memang terjadi kenaikan Harga acuan tertinggi yakni Rp 32.000/kilogram sampai Rp 35.000/kilogram.

"Jadi kalau dari kestabilan masih relatif stabil, belum terlalu naik signifikan terkait untuk harga daging di wilayah kita ini" ucap AKP Andri Eko, Selasa (19/05/2020).

Andri mengatakan pihaknya akan terus berkoordinasi dengan tukang jagal atau pemasok daging di Bangka Barat untuk mengontrol harga daging dan kelangkaan.

"Kalau stoknya nanti mencukupi mungkin gak terlalu naik seperti biasanya kayak kelangkaan daging," imbuhnya.

Andri memastikan ketersediaan daging di wilayah Bangka Barat akan mencukupi dan tidak akan naik signifikan.

"Kita mengimbau kepada para pedagang daging dalam rangka situasi Covid yang sementara ini masyarakat masih kesusahan mencari nafkah, mungkin dalam proses bantuannya itu tadi, mungkin pedagang pedagang daging ya tidak terlalu berdampak menaikkan yang signifikan lah," jelasnya.

Satgas Pangan Babar menerangkan untuk pedagang nakal yang bermain diharga daging sejauh ini belum ada sanksi hanya saja akan ditegur dan diberikan imbauan.

"Paling nanti bentuknya imbauan dan teguran dari pemerintah, imbauan dari kami para pedagang tetap menerapkan physical distance, istilahnya kebersihan lingkungan di sekitar areanya untuk mencegah Virus Corona," katanya.

Andri mengungkapkan sembako di Bangka Barat rata-rata dipasok dari luar Bangka Barat sehingga tidak bisa serta merta mematok harga sesuai keinginan satgas pangan.

"Dari Palembang atau dari Pangkalpinang tentu mereka juga mengikuti harga dari luar kalau misalnya harga dari secara nasional naik mereka juga naik, cuma juga imbauan kita di sini yang penting naiknya tidak terlalu signifikan tidak meresahkan masyarakat tidak berdampak kepada masyarakat," tukasnya.(rul/wb)



TRENDING TOPICS
MEDSOS WOWBABEL