Samsir Sebut Program Daging Murah Pemkab Babar Bisa Mubazir

Anggota DPRD Bangka Barat, Samsir.(rul/wb)
Anggota DPRD Bangka Barat, Samsir.(rul/wb)

MUNTOK,www.wowbabel.com -- Pembagian daging murah oleh Pemkab Bangk Barat yang tidak sesuai dengan komitmen awal menyebabkan politisi PKS Bangka Barat yakni Drs Samsir menganggap program tersebut menjadi mubazir.

Anggota DPRD Kabupaten Bangka Barat ini mengatakan daging murah APBD Bangka Barat disalurkan tidak sesuai harapan.

"Semula tujuan kegiatan untuk membantu masyarakat kurang mampu dalam berlebaran tapi ternyata hanya sekedar menjalankan kegiatan semata-mata," kata Samsir.

"Masak dibagikan selama 6 hari mulai H-6, H-5, H-4, dari mana masyarakat kurang mampu menyimpannya, kulkas tidak punya, freezer tidak punya untuk bisa disimpan sampai H-1 lebaran, kalau H-3 masih mendingan karena dagingnya bisa direbus dulu baru dimasak H-1," tutur Samsir.

Ketika RDP beberapa waktu yang lalu Samsir menyebutkan DPRD sudah mengingatkan kepada Dinas Koperasi, UMKM, dan Perindustrian (DKUP) bahwa daging murah jangan dibagi jauh-jauh hari sebelum lebaran.

"Karena kita sudah mendapat info akan dibagi selama 6 hari berturut-turut per 6 kecamatan, karena ingat tujuan kita membuat program daging murah untuk membantu masyarakat kurang mampu dalam berlebaran," katanya.

"Kalau dibagi jauh-jauh hari artinya tidak akan mungkin daging itu akan diperuntukan saat lebaran, bisa rusak, busuk yang ujung-ujungnya dikonsumsi oleh masyarakat bukan untuk lebaran," jelas Samsir.

Samsir ingatkan apabila tetap dilakukan maka akan minta dibatalkan atau bila tetap dilaksanakan kedepannya DPRD tidak akan menyepakati lagi atau menyetujui lagi program tersebut karena outputnya tidak jelas.

"Program yang dibuat terkesan hanya melaksanakan kewajiban dengan tidak memperdulikan target dari program tersebut," imbuhnya.

Samsir mengungkapkan di Kecamatan Parittiga sudah dibagikan kemarin, (20/05/2020), setelah mendapat info dari Desa Bakit.

"Ada yang H-6, H-5, H-4, H-3,H-2, H-1, kalau kecamatan yang dapat jatah H-2 dan H-1 enak," kata Samsir.

Samsir menuturkan terlepas ada kepentingan apa dan siapa sehingga harus dibagi 6 hari berturut-turut yang jelas out put dari program tersebut dinyatakan mubazir.

"Karena ada warga empat kecamatan yang diduga tidak akan menikmati daging segar saat lebaran karena sudah membeli daging jauh-jauh hari dan kenapa tidak dibagikan serentak 6 kecamatan pada H-2 atau H-1" tukasnya.

Samsir mengatakan melalui lembaga DPRD akan mengevaluasi semua program, kalau tidak tepat sasaran dan mekanismenya salah maka akan gunakan hak untuk tidak menyetujui program ini lebih lanjut.

Sementara itu Kepala DKUP Kabupaten Bangka Barat Zakaria menjelaskan alasannya dibagikan dengan waktu yang berbeda karena penyedianya terbatas.

"Tidak mungkin 6.600 atau 6,6 ton satu hari dibagi cepat rusak dagingnya apalagi jarak kita ini jauh-jauh" terang Zakaria, usai pembagian di Kecamatan Muntok, Jumat (22/05/2020).

Zakaria menerangkan bukan hanya untuk membantu warga miskin agar bisa berlebaran tetapi juga program ini untuk penanggulangan inflasi.

"Penanggulangan inflasi, mengatasi harga sembako daging jangan sampai naik jadi kita intervensi itu tujuannya," ujar Zakaria.

Warga miskin tidak memiliki kulkas untuk mengantisipasi daging membusuk akibat menyimpan terlalu lama karena dibagikan lebih dulu sejak kemarin, Zakaria berharap pihak kelurahan atau tetangganya bisa membantu menampung atau menyimpankan daging warga miskin tersebut.

"Kalau semuanya pemerintah kan, penyedianya gak mampu kami pun sudah berapa hari ini siang malam," tukasnya.(rul/wb)



TRENDING TOPICS
MEDSOS WOWBABEL