Kadinsospemdes Babar Apresiasi Masyarakat yang Ikut Memantau Data Bansos

Suradi, Kadinsospemdes Bangka Barat. (Chairul/wowbabel)
Suradi, Kadinsospemdes Bangka Barat. (Chairul/wowbabel)

MUNTOK, www.wowbabel.com - Kepala Dinas Sosial, Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (Dinsospemdes) Kabupaten Bangka Barat, Suradi menyampaikan apresiasi kepada masyarakat yang telah ikut memantau data penerima Bansos di Bangka Barat.

Suradi sendiri mengakui bahwa data yang digunakan Pemerintah Daerah untuk menyalurkan bansos APBD JPS adalah Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS) dari Kementerian Sosial yang didapat dari Bangka Barat melalu proses verifikasi dan validasi setiap 4 bulan sekali.

Suradi menyebutkan, ketika terjadi di lapangan penerima ganda seperti bansos sembako dengan pasar murah dan daging murah orang yang sama itu berbeda OPD yang menangani.

"Kalau yang dari daging murah itu memang tidak bisa menjelaskan namun bahwa OPD tersebut pernah meminta data DTKS jadi ada kemungkinan irisan data itu kemungkinan," akuinya.

Suradi menuturkan bahwa pihaknya hanya menyalurkan sembako APBD dan ketika terjadi penerima ganda dari program OPD lain maka kemungkinan karena dasar yang dipakai adalah data yang sama dari pihaknya.

"Karena memang DTKS ini dipakai jadi acuan oleh beberapa kementerian karena khususnya memuat data-data kurang mampu dan itu menjadi rujukan untuk berbagai sumber bantuan," ujarnya.

Suradi menyebutkan program daging murah dan sembako murah itu adalah program reguler tahunan berbeda dengan bansos APBD.

"Jadi kalau disana (di RT RW-red) disampaikan data tidak terupdate diperbarui ini sebenarnya bagian yang saya luruskan," tutur Suradi.



TRENDING TOPICS
MEDSOS WOWBABEL