Uji Coba Masuk Sekolah, Cabdindik Babar Bentuk Satgas Covid-19 Sekolah

Kacabdindik Wilayah III Kabupaten Bangka Barat Provinsi Bangka Belitung Sudarni.(rul/wb)
Kacabdindik Wilayah III Kabupaten Bangka Barat Provinsi Bangka Belitung Sudarni.(rul/wb)

MUNTOK,www.wowbabel.com -- Kacabdindik Bangka Barat akan membentuk Satgas Covid-19 tingkat sekolah.

Langkah tersebut diambil untuk persiapan uji coba Kegiatan Belajar Mengajar (KBM) konvensional atau tatap muka akan dilaksanakan awal Juni 2020 di SMKN 1 Kelapa.

Kacabdindik Wilayah III Kabupaten Bangka Barat Provinsi Bangka Belitung Sudarni menjelaskan SMKN 1 Kelapa dipilih oleh Pemerintah Provinsi Bangka Belitung sebagai sekolah percobaan KBM.

"Persiapan itu yang pertama sekolah harus membentuk gugus Covid tingkat sekolah kalau tingkat cabdin sudah kami bentuk, yang isinya bapak dan ibu guru dengan penanggung jawab kepala sekolahnya" kata Sudarni, ditemui dikantornya, Jumat (29/05/2020).

Sudarni mengatakan Satgas Covid-19 ditingkat sekolah tersebut guna membagi tugas secara akurat melakukan pencegahan Covid-19 di sekolah dengan acuan protokol kesehatan.

"Jadi salah satunya itu harus wajib pakai masker, wajib cuci tangan, kemudian wajib jaga jarak, screening suhu juga harus dilakukan termasuk yang mengawasi siswa dalam KBM waktu lagi jam istirahat karena social distancing dan physical distancing itu harus tetap dijalankan,"tutur Sudarni.

Sudarni menambahkan pihak sekolah harus melakukan sosialisasi kepada warga sekolah termasuk guru, TU, orang tua, dan komite.

Sebelum uji coba digelar SMKN 1 Kelapa harus mempersiapkan seluruh sarana dan memperbaiki sarana yang rusak.

"Kalau semula keran air yang mengalirnya itu ada rusak atau buntu segera diperbaiki," imbuh Sudarni.

Sudarni menuturkan tempat duduk siswa di kelas yang semulanya mencapai 32 orang harus dibagi dua menjadi setengah dari jumlah siswa satu kelas dalam ruangan tersebut.

"Dalam satu kelas yang semula 32 menjadi dua kelas sehingga solusinya kemarin kelas 10 itu masuk satu Minggu pertama, kemudian kelas 11 satu Minggu berikutnya," jelasnya.

"Jadi tidak kemudian anak itu ketemu kelas 10 dan 11 ini selama dua minggu enggak, paralel iya," sambungnya.

Kemudian kata Sudarni, pihak sekolah harus menyusun jadwal baru, jika seperti di Bangka Barat ada yang tanggal 2 Juni mulai UAS atau ujian kenaikan kelas maka tetap dilaksanakan tetapi dengan menyesuaikan jumlah durasi dan jumlah mata pelajarannya.

"TIdak sampai sore, misalnya hanya dua pelajaran cukup kemudian durasinya itu bisa dikurangi selain pelaksanaan UAS-nya" ucap Sudarni.

Sudarni menerangkan juga pihak sekolah akan meminta surat pernyataan dari orangtua yang menyatakan anaknya dalam kondisi sehat dan diizinkan oleh orangtuanya untuk mengikuti KBM konvensional.

"Nanti itu dievaluasi termasuk oleh Gugus Covid-19 kabupaten dan seterusnya kalau nanti aman itu nanti akan dilanjutkan untuk ke sekolah lain. Kalau sekolah lain juga tahap kedua ujicoba berhasil maka ada kemungkinan akan full," tukasnya.(rul/wb)



TRENDING TOPICS
MEDSOS WOWBABEL