Satu-satunya daerah di Bangka Belitung, Kabupaten Beltim Diizinkan Terapkan New Normal

Robby_Salim    •    Senin, 01 Juni 2020 | 15:10 WIB
Nasional
Ilustrasi.(net)
Ilustrasi.(net)

PANGKALPINANG, www.wowbabel.com -- Gugus Tugas Pusat Percepatan Penanganan Covid-19 memberikan kewenangan new normal kepada pemerintah daerah.

"Gugus Tugas Pusat Percepatan Penanganan Covid-19 memberikan kewenangan kepada 102 Pemerintah Kabupaten/Kota yang pada saat ini berada atau dinyatakan dalam zona hijau, untuk melaksanakan kegiatan masyarakat produktif dan aman Covid-19," ungkap Kepala Gugus Tugas Pusat Percepatan Penanganan Covid-19 Pusat, Doni Monardo dalam akun twitternya, Minggu (31/5/2020).

Pemberian wewenang ke 102 daerah ini didasari atas kriteria epidemologi. Adapun dari 102 daerah di Indonesia, Kabupaten Belitung Timur merupakan satu - satunya daerah di Provinsi  Bangka Belitung yang diperbolehkan melaksanakan new normal. 

Jubir Gugus Covid-19 Provinsi Bangka Belitung, Andi Budi Prayitno menambahkan new normal diberikan kepada Belitung Timur tentunya dengan alasan dan dasar pertimbangan tertentu. 

"Penerapan new normal memang bukan perkara mudah, karena terdapat sejumlah syarat yang musti terpenuhi oleh Pemkab Beltim, agar pelaksanaan new normal berjalan lancar sesuai yang diharapkan, yakni melakukan sosialisasi, edukasi hingga simulasi new normal," tutur Andi.

“Oleh karena itu, new normal bukan sesuatu yang serta merta dikatakan secara sepihak oleh kepala daerah atau mengklaim bahwa kenormalan baru sudah berjalan dan dilakukan di daerahnya. Tidak seperti itu,” imbuh Andi.

Andi mengatakan setelah diskusi dengan Ketua Tim Satgas COVID-19 RSUD Belitung Timur, dokter Hotma Banjarnahor, ada beberapa hal yang penting untuk menjadi catatan, bahwa pelaksanaan new normal di Beltim bisa saja ditunda atau sama sekali tidak dilaksanakan, dengan pertimbangan di Pulau Belitung saat ini kuat dugaan sudah terdapat atau terjadi kasus positif dari transmisi lokal. Walaupun kasus transmisi lokal di Beltim belum ada, akan tetapi tidak berarti bahwa sama sekali nol atau nihil dari kasus. 

Ini mengingat, pertama, terkait dengan screening serta faskes untuk pemeriksaan maupun penanganan di Beltim yang tidak memiliki RS rujukan.

Kedua, tenaga medis dan fasilitas di Beltim juga masih sangat kurang dan terbatas. Sehingga apabila keran ini dibuka maka ada kekhawatiran akan terjadi lonjakan kasus Positif, dan pemerintah daerah akan sulit menghadapinya.

Ketiga, persiapan dan kesiapan dari Pemkab Beltim juga belum terlihat nyata dan serius menuju penerapan new normal. Ini ditambah dengan kesadaran masyarakat di Beltim sendiri yang masih diragukan dalam mematuhi Protokol Kesehatan Covid-19 secara disiplin.

“Nanti bupati selaku Ketua Gugus Tugas menindaklanjuti untuk dibicarakan pada level pemerintahan dan tokoh masyarakat, serta semua pihak yang berada di Beltim untuk memutuskan apakah akan melaksanakan kegiatan untuk mengaplikasikan kenormalan baru atau masih akan menunda. Jadi ini opsional,”  terang Andi.

Salah satu tokoh masyarakat Belitung Timur, Burhanuddin saat dikonfirmasi wowbabel menyampaikan rasa syukur atas zona hijau di Kabupaten Belitung Timur. Artinya Belitung Timur maksimal dalam pencegahan Covid19

"New Normal di Beltim ini akan dilaksanakan pada aspek ibadah (keagamaan--red), pendidikan, ekonomi dan lainnya," tukas Burhanudin.(rob/wb)




MEDSOS WOWBABEL
OPINI KITE