49 Orang Tewas Akibat Kecelakaan Tambang Timah di Babel

Aktivitas penambangan timah ilegal di Bangka Belitung.(dok)
Aktivitas penambangan timah ilegal di Bangka Belitung.(dok)

PANGKALPINANG, www.wowbabel.com -- Wahana Lingkungan Hidup (Walhi) Provinsi Bangka Belitung mencatat ada 49 orang tewas akibat kecelakaan tambang timah pada tahun 2017 hingga awal tahun 2020.

Direktur Eksekutif Walhi Bangka Belitung, Jessix Amudian, mengatakan tingginya angka kecelakaan tambang timah disebabkan lemahnya upaya pengawasan dan penegakan hukum.

"Dari catatan kami ada 49 orang tewas dalam kurun waktu 2017-2020, di tahun 2020 saja dari Januari hingga Mei, laka tambang kembali menghilangkan nyawa sembilan orang,” ungkap Jessix Amundian saat diwawancarai, Rabu (03/06/2020)

Jessix menuturkan korban tewas meliputi pekerja yang sedang bekerja dalam penambangan, maupun warga yang kecelakaan di areal bekas tambang. Penambang yang tewas saat bekerja berasal dari pertambangan ilegal maupun lahan yang mengantongi izin usaha resmi. Sementara di lokasi bekas tambang, umumnya terjadi pada pengunjung yang tidak mengetahui jika dulunya ada bekas galian.

"Ada yang pergi ke pantai atau ke kolong untuk mandi. Padahal dulunya tempat tersebut bekas galian tambang," ujar Jessix.

Menurut Jessix, pihaknya telah menyurati berbagai pihak terkait kecelakaan penambangan. Namun, belum ada tindaklanjut yang berarti. Bahkan, Walhi juga meminta perlunya moratorium (penghentian sementara) dan audit lingkungan terhadap aktivitas pertambangan.

Ditambahkan Jessix, umumnya kecelakaan tambang terjadi lantaran tidak diterapkannya standar keselamatan kerja, terutama di kawasan inkonvensional.

"Ada 6.000 lubang tambang selama 2014. Jumlahnya saat ini diperkirakan bisa dua kalilipat karena izin terus keluar," imbuh Jessix.

Jessix mengingatkan ditengah situasi pandemi Covid-19 ini Pemprov Babel harus mengedepankan keselamatan rakyat, menghentikan aktivitas tambang untuk memutus rantai penularan Covid-19, dan mengembalikan akses pengelolaan lahan dan kawasan hutan untuk sumber pangan rakyat sebagai benteng dalam mengantisipasi krisis pangan dan bencana kelaparan ke depannya.(fiz/wb)





MEDSOS WOWBABEL
OPINI KITE