Zaidan : PT. BAA Diduga Melanggar Hukum

Tim_Wow    •    Minggu, 07 Juni 2020 | 18:35 WIB
Lokal
Dr. Zaidan (nomor dua dari kanan). (Ist)
Dr. Zaidan (nomor dua dari kanan). (Ist)

SUNGAILIAT, www.wowbabel.com - Advokat Dr. Zaidan dari Kantor Hukum ZAIDAN&PARTNERS yang beralamat jalan Pulau Bangka Nomor 165 Kel Air Itam Pangkalpinang, selaku Kuasa Hukum dari lebih kurang 800 (delapan ratus) warga Kelurahan Kenanga Kecamatan Sungailiat Kabupaten Bangka untuk menggugat secara hukum terhadap PT. Asindo Agri yang dirasakan keberadaan dan aktivitasnya mengganggu kehidupan masyarakat. Zaidan mengatakan bahwa PT. BAA tersebut dibangun dan beroperasi sejak Tahun 2017 merupakan pabrik pengolahan Ubi Casesa yang berlokasi di Kelurahan Kenanga Kecamatan Sungailiat Kabupatan Bangka Provinsi Kepulauan Bangka Belitung. Kegiatan produksinya PT. BAA menghasil limbah yang telah membuat pencemaran lingkungan Hidup berupa polusi udara Bau Busuk atau Bau Tak Sedap sejak tahun 2017 hingga saat ini lebih kurang dalam kurun waktu 4 tahun ini.

Zaidan menjelaskan dipandang sisi aturan hukum bahwa keberadaan PT. BAA sebagai Perusahaan Industri diduga keras telah melanggar beberapa peraturan antara lain: (1) Peraturan Daerah Kabupaten Bangka Nomor 1 Tahun 2013 Tentang Rencana Tata Ruang Wilayah Kabupaten Bangka Tahun 2010 - 2030 bahwa Kelurahan Kenanga bukanlah termasuk dalam kawasan industri namun merupakan kawasan pemukiman dan pertanian (2) Peraturan Daerah Kabupaten Bangka Nomor 15 Tahun 2014 tentang Rencana Detail Tata Ruang dan Peraturan Zonasi Kawasan Perkotaan Sungailiat Tahun 2014 – 2034 ini mengenai sanksi atas pelanggaran terhadap pemanfaatan ruang yang tidak sesuai dengan ketentuan perijinan pemanfaatan ruang (3) Undang-undang Nomor 13 Tahun 2014 tentang Perindustrian, ini berkaitan pelanggaran tentang penerapan standar Industri Hijau (4) Peraturan Pemerintah RI Nomor 142 Tahun 2015 tentang Kawasan Industri, ini juga berkenaan dengan kewajiban Perusahaan Industri yang akan menjalankan industri wajib berlokasi di Kawasan Industri.

Disamping itu PT. BAA juga melanggar ketentuan Pidana masalah Pecemaran lingkungan hidup (polusi udara) sebagaimana Undang-undang Nomor 32 Tahun 2009 tentang Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup. Melanggar Primer Pasal 98 ayat (1) jo Pasal 1 angka 14 yang berbunyi “ Setiap orang yang dengan sengaja melakukan perbuatan yang mengakibatkan dilampauinya baku mutu udara ambien, baku mutu air, baku mutu air laut, atau kriteria baku kerusakan lingkungan hidup, dipidana dengan pidana penjara paling singkat 3 Tahun dan paling lama 10 Tahun dan denda paling sedikit 3 miliar rupiah dan paling banyak 10 miliar rupiah. Subsider Pasal 99 ayat (1) yang berbunyi “Setiap orang yang karena kelalaiannya mengakibatkan dilampauinya baku mutu udara ambien, baku mutu air, baku mutu air laut, atau kriteria baku kerusakan lingkungan hidup, dipidana dengan pidana penjara paling singkat 1 Tahun dan paling lama 3 Tahun dan denda paling sedikit 1 miliar rupiah dan paling banyak 3 miliar rupiah.



MEDSOS WOWBABEL
OPINI KITE