Ditjen Gakkum KLHK Terus Dalami Kasus Tambang Ilegal di Bateng dengan Tersangka AZ

Logo Gakkum KLHK.(net)
Logo Gakkum KLHK.(net)

PANGKALPINANG,www.wowbabel.com -- Ditjen Gakkum Kementerian Lingkungan Hidup Kehutanan masih terus mendalami kasus pertambangan ilegal di Hutan Lindung Lubuk Besar, Bangka Bangka Tengah.

Saat ini Ditjen Gakkum KLHK sudah menetapkan seorang tersangka yakni AZ (44) warga Desa Batu Beriga Kecamatan Lubuk Besar, Bangka Tengah. AZ sendiri sudah menjalani pemeriksaan di Kantor Ditjen Gakkum KLHK dan sudah diserahkan ke Kejari Bangka Tengah.

Kasubdit Penyidikan Perambahan Hutan Gakkum KLHK, Supartono  Yusuf, S.Hut MP, saat dikonfirmasi mengenai apakah keterlibatan pihak lain dalam kasus ini mengatakan, hingga kini pihaknya masih melakukan pendalaman terhadap kasus ini.

“ Itu masih kita dalami pak,” jawab Supartono via pesan singkat, Kamis (11/6/2020).

Supartono mengimbau agar masyarakat turut serta bersama-sama menyelamatkan lingkungan dan ekosistem hutan.

“Karena alam akan menyelamatkan kita jika kita menyelamatkan alam. Kami dari Ditjen Gakkum KLHK akan tetap berkomitmen dan terus melawan perusak hutan dan lingkungan. Kami mohon dukungan teman-teman,” tukas Supartono.

Penyidik menjerat tersangka AZ menggunakan dua undang-undang dan dua berkas perkara berbeda untuk memaksimalkan penegakan hukum yang memberikan efek jera. 

Berkas pertama menggunakan Undang-Undang No 18 Tahun 2013 tentang Pencegahan dan Pemberantasan Perusakan Hutan Pasal 89 Ayat 1 Huruf a Jo. Pasal 94 Ayat 1 Huruf a dengan ancaman pidana penjara paling lama 15 tahun dan dengan maksimum Rp 100 miliar.

Berkas kedua menggunakan Undang-Undang No 32 Tahun 2009 tentang Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup Pasal 98 Ayat 1 dan/atau Pasal 99 Ayat 1 Jo. Pasal 69 Ayat 1 Huruf a dengan ancaman pidana penjara paling lama 10 tahun dan denda maksimum Rp 10 miliar.(rob/*)




MEDSOS WOWBABEL
OPINI KITE