Faktor Ekonomi Penyebab Utama Perceraian di Pangkalpinang

Ilustrasi.(net)
Ilustrasi.(net)

PANGKALPINANG,www.wowbabel.com -- Pengadilan Agama Kota Pangkalpinang telah menerima sebanyak 77 berkas perkara gugatan perceraian selama masa pandemi Covid-19 atau sejak tiga bulan terakhir pada Mei hingga Maret 2020.

Permohonan cerai gugat yang masuk ke PA Pangkapinang ada sebanyak 62 perkara, dan 15 cerai talak. Sehingga permohonan cerai gugat lebih tinggi dibandingkan cerai talak.

Menurut Humas Pengadilan Agama Pangkalpinang, Muhamad Syarif, sebagian besar alasan permohonan perceraian itu didominasi oleh faktor ekonomi. Permohonan itu rata-rata dilayangkan oleh usia produktif.  

"Didominasi akibat ekonomi. rata-rata pihak mengajukan perkara perceraian pada usia produktif," ungkapnya saat dikonfirmasi melalui telepon seluler, Sabtu (20/6/2020).

Syarif menuturkan dari jumlah penerimaan perkara tersebut, namun terjadi penurunan permohonan perceraian yang masuk ke PA sejak masa pandemi Covid-19. Kata Syarif, cerai gugat lebih tinggi dibandingkan cerai talak.

"Perkara diputus sebanyak 64, termasuk sisa atau akumulasi bulan sebelumnya. Yang diterima bulan berjalan belum tentu putus di bulan itu. Didominasi cerai gugat," tukas dia.

Adapun selama pandemi Covid-19, Pengadilan Agama menerapkan protokol kesehatan, seperti mewajibkan para pihak untuk menggunakan masker dan mencuci tangan sebelum memasuki ruang pelayanan PTSP dan Ruang Persidangan.

"Memeriksa suhu tubuh para pihak serta menjaga jarak physical distancing. Para Petugas juga dilengkapi dengan face shield dan masker, dan menjaga jarak dengan para pihak," tukas Syarif.(hen/wb)




TRENDING TOPICS
MEDSOS WOWBABEL