Kasus Kekerasan Fisik Terhadap Anaknya Belum Tuntas, Yoan Olsita Minta Bantuan DPD HAMI Babel

Herdian wow    •    Minggu, 21 Juni 2020 | 15:27 WIB
Lokal
Yoan Olsita saat meminta bantuan hukum kepada Dewan Pimpinan Daerah Himpunan Advokat Muda Indonesia (DPD HAMI) Babel untuk menuntaskan kasus pengeroyokan yang dialami anaknya.(ist)
Yoan Olsita saat meminta bantuan hukum kepada Dewan Pimpinan Daerah Himpunan Advokat Muda Indonesia (DPD HAMI) Babel untuk menuntaskan kasus pengeroyokan yang dialami anaknya.(ist)

PANGKALPINANG, www.wowbabel.com -- Kasus kekerasan terjadi di dalam dunia pendidikan dan kali ini menimpa Alfindo (14) yang sedang menimba ilmu di Pesantren Bahrul Ulum Islamic Center Sungailiat Kabupaten Bangka, Provinsi Kepulauan Bangka Belitung beberapa waktu lalu.

Menurut pengakuan orang tua Alfindo, yakni Yoan Olsita, awal kejadiannya ia mendapat telepon dari pihak sekolah yang memberitahukan anaknya, Alfindo (14) kejang-kejang dan tidak sadarkan diri akibat terjatuh dari kamar mandi sehingga harus dilarikan ke rumah sakit. 

"Pada Selasa, (18/02/2020) sekitar pukul 23.00 WIB saya ditelepon oleh pihak pesantren melalui Ustadz Aris selaku pembina yang mengatakan anak saya kejang-kejang tak sadarkan diri yang disebabkan jatuh dari kamar mandi sehingga harus dilarikan ke rumah sakit," ungkap Yoan kepada media ini Sabtu, (21/06/2020)

Lebih lanjut Yoan menuturkan, sekitar pukul 00.30 WIB dirinya kembali menelepon Ustadz Aris untuk menanyakan kondisi anaknya yang kemudian dijelaskan Ustadz Aris bahwa keadaan anak saya baik-baik saja dan tidak perlu untuk datang ke rumah sakit.

"Saya gak bisa tidur memikirkan kondisi anak saya dan meminta kepada Ustadz Aris untuk mengirimkan foto terkait kondisi terakhir Alfindo (14) yang sudah ditangani oleh pihak Rumah Sakit Medika Sungailiat namun permintaan tersebut tidak dikabulkan karena Ustadz Aris beralasan pihak rumah sakit tidak memperbolehkan untuk mengirimkan foto pasien," ulasnya.

Karena penasaran dan khawatir terjadi sesuatu yang tidak diinginkan Yoan Olsita memutuskan untuk berangkat ke RS Medika untuk melihat kondisi anaknya.

"Sesampai di RS sakit Medika saya menemui UstadZ Aris untuk menanyakan kondisi Alfindo (14) dan betapa kagetnya saya setelah mengetahui keterangan dari anak saya ternyata bukan jatuh dari kamar mandi melainkan dikeroyok oleh seniornya sehingga tak sadarkan diri dan sempat koma," ujarnya

"Sebagai orang tua saya tidak terima anak saya diperlakukan seperti ini dan mengambil langkah melakukan visum dan melaporkan kepada pihak berwajib dengan Surat Tanda Terima Laporan Polisi Nomor : STPL/B-328/II/2020 BABEL /RES BANGKA dan meminta bantuan hukum kepada Dewan Pimpinan Daerah Himpunan Advokat Muda Indonesia (DPD HAMI) Babel untuk menuntaskan kasus pengeroyokan ini," terangnya.



TRENDING TOPICS
MEDSOS WOWBABEL