Kerja Keras KPA Bujang Squad, Konservasi Bukit Mangkol Sejak 2017 Membuahkan Hasil

Hafiz Wow    •    Senin, 22 Juni 2020 | 17:03 WIB
Travel
Konservasi wilayah Bukit Mangkol, Desa Terak, Kecamatan Simpang Katis, Kabupaten Bangka Tengah.(ist)
Konservasi wilayah Bukit Mangkol, Desa Terak, Kecamatan Simpang Katis, Kabupaten Bangka Tengah.(ist)

SIMPANG KATIS, www.wowbabel.com --  Konservasi wilayah Bukit Mangkol, Desa Terak, Kecamatan Simpang Katis, Kabupaten Bangka Tengah mulai berbuah hasil. 

Kepala Divisi Organisasi KPA Bujang Squad, Patri Indriyano menilai konservasi yang dimulai sejak 2017 yang lalu mulai membuahkan hasil yang baik. Kondisi Alam Bukit Mangkol semakin membaik terlihat dari mulai pulihnya ekosistem dihutan tersebut.

“Kondisi awal sebelum konservasi dilakukan Bukit Mangkol terbengkalai dan sangat memprihatinkan,  mulai dari debit air, air keruh, pasir bekas aktivitas pertambang di air terjun, hingga banyak yang memburu flora maupun fauna di area Bukit Mangkol. Kemudian bersama kawan-kawan membentuk Pokdarwis Bujang Squad untuk melakukan konservasi di wilayah Bukit Mangkol yang rusak akibat aktivitas tambang dan pembukaan lahan.  Untuk itu kami bertekad melakukan upaya untuk memperbaiki hal tersebut, terlebih pada tahun 2016 terjadi Banjir di Pangkalpinang yang disebabkan tingginya debit air di Area Mangkol,” ungkap Patri saat diwawancarai, Senin(22/06/2020).

Patri mengatakan Pokdarwis Bujang Squad dalam melakukan upaya konservasi banyak mengalami tantangan dan hambatan, mulai dari aktivitas pertambangan, pembukaan lahan yang semakin massif, serta banyaknya sampah di area perbukitan. Untuk melakukan upaya konservasi Pokdarwis Bujang Squad memakai pendanaan swadaya dari anggota.

“Untuk memperbaiki kondisi lingkungan di Bukit Mangkol, kami melakukan penanaman, gotong royong membersihkan aliran air, dan membuat tempat pembibitan. Pendanaan awal organisasi dan kegiatan saat itupun masih menggunakan kantong pribadi, Alhamdulillah sekarang banyak pihak yang support,” tutur Patri.

Patri menambahkan pada bulan-bulan terakhir kondisi alam Bukit Mangkol sudah terlihat baik, namun masih banyak yang harus dibenahi. Pasir akibat aktivitas tambang sudah berhasil dibuang dan air pun sudat terlihat bening, aktivitas perburuan sudah berkurang, flora dan fauna endemik seperti mentilin seta burung-burung kembali terlihat di kawasan konservasi Bukit Mangkol. 

Daerah ini memang diperuntukkan menjadi kawasan konservasi, namun banyak masyarakat yang datang untuk berwisata, dan itu adalah bonus.(fiz/wb)




MEDSOS WOWBABEL
OPINI KITE