Pemprov Babel Percepat Garap Alur Pelabuhan Belinyu

Rakor pembahasan rencana pendalaman alur Pelabuhan Belinyu.(ist)
Rakor pembahasan rencana pendalaman alur Pelabuhan Belinyu.(ist)

PANGKALPINANG, www.wowbabel.com -- Pemerintah Provinsi Kepulauan Bangka Belitung (Babel) mendorong percepatan pendalaman dan pelebaran alur pelayaran di Pelabuhan Belinyu, Kabupaten Bangka menyusul adanya rencana pengembangan infrastruktur pelabuhan laut.

"Kami mendorong untuk segera melakukan itu (pendalaman dan pelebaran alur), Insya Allah besok (Rabu, 24/06/2020) akan dilakukan survei lanjutan," kata Kepala Dinas Perhubungan Babel, KA Tajuddin di Pangkalpinang, Selasa (23/06/2020).

Lebih lanjut dikatakannya survei dilakukan untuk memetakan titik koordinat lebar, panjang dan dalam alur, metode pendalaman dan pelebaran, kajian Amdal hingga dumping area yang melibatkan PT Pelindo, Lanal Babel, KSOP, PT Timah Tbk, Dinas Energi dan Sumberdaya Mineral, Dinas Pariwisata dan Dinas Perhubungan.

Rencana pelebaran dan pendalaman perlu dilakukan, karena alur muara sekitar Pulau Lampu terlalu sempit dan kedalaman dermaga hanya mencapai minus tujuh.

Menurut KA Tajuddin, dengan terbukanya alur maka arus kunjungan ke Babel melalui Pelabuhan Belinyu akan meningkat, langkah ini untuk mendorong berlabuhnya kapal-kapal pesiar mewah melalui wisata cruise di Perairan Babel.

Ia menilai, potensi wisatawan mancanegara dari kapal pesiar cruise ini sangat potensial, apalagi dengan kapasitas kapal mencapai 26 ribu GT dengan jumlah penumpang (wisatawan) sekitar 3 ribu orang untuk setiap unit kapal.

"Kondisi ini akan berdampak terhadap penjualan produk khas daerah seperti UMKM, kuliner dan kunjungan ke destinasi wisata di Babel," jelas Tajuddin.

Tajuddin berharap kapal-kapal cruise yang datang dari Australia, Singapura dan negara lainnya akan melanjutkan rute wisatanya ke Babel. Sebab itu gubernur mendorong PT Pelindo untuk melakukan kajian karena langkah itu ini akan membuka akses dari luar negeri melalui jalur laut.

Tidak hanya itu, Gubernur Babel sudah melakukan peninjauan langsung ke kawasan seputar Pulau Lampu, Belinyu, bersama Kapolda Babel, Bupati Bangka, PT Pelindo Pangkalbalam, KSOP Pangkalbalam serta Danlanal Babel.

Maka dari itu, guna menindaklanjuti hal itu Dishub Babel mendorong agar dilakukan upaya lebih intensif, sehingga realisasi kegiatan dapat berlangsung lebih cepat, terutama terkait pengerukan, pelebaran, pendalaman dan pemecahan batu karang.

"Untuk pendalaman alur, sebutnya, dibutuhkan kajian Amdal, sedangkan pelebaran akan dilakukan koordinasi dengan Lanal Babel karena adanya karang yang akan dipecahkan," ungkanya.

Ditambahkan Tajuddin, dalam pertemuan dipaparkan rencana Pelindo untuk memperpanjang dermaga di Pelabuhan Belinyu sepanjang 50 meter pada tahun ini. Sedangkan pada tahun 2021 direncanakan penambahan kembali sepanjang 100 meter hingga panjang dermaga mencapai total 220 meter.

"Pelindo ada rencana untuk pendalaman dan perpanjangan dermaga, maka kita sinergikan bersama sehingga semuanya dapat segera terwujud," harapnya.

Sementara, Komandan Lanal Babel, Kolonel Laut (P) Dudik Kuswoyo, menyambut baik rencana pendalaman dan pelebaran alur Pelabuhan Belinyu, apalagi hal itu sebagai upaya menarik kunjungan wisatawan mancanegara ke Babel, karenanya Lanal Babel mengingatkan agar proses dilakukan secara optimal guna mempermudah masuknya kapal cruise.

"Kami siap mendukung rencana yang akan dilakukan Pemprov Babel bersama Pelindo tersebut. Bahkan, Lanal Babel berencana melibatkan Komando Pasukan Katak (Kopaska) Mabes TNI-AL untuk mempermudah kegiatan pelebaran alur," tukas Danlanal Babel.

"Yang menjadi perhatian bersama infrastruktur sekitar dermaga seperti tiang pancang yang belum selesai, kebersihan lingkungan terminal penumpang pelabuhan, kapal pandu dan tugboat. Prinsipnya kami siap support dan backup, termasuk untuk pengamanan," pungkasnya.(dwi/wb)



MEDSOS WOWBABEL