Derita Prapti Rahayu: Tranformasi Kearifan Lokal Sebagai Solusi Kelestarian Alam Pada Pertambangan

Sejumlah universitas di Indonesia menggelar internasional webinar dengan mengusung tema ‘Harmonisasi Undang-Undang Minerba dan Undang-Undang Pemda dalam Pengaturan Tentang Kearifan Lokal’ pada Kamis (25/06/2020)  pukul 13:00 WIB hingga 16:00 WIB melalui aplikasi Zoom dan Live Streaming Youtube. (ist)
Sejumlah universitas di Indonesia menggelar internasional webinar dengan mengusung tema ‘Harmonisasi Undang-Undang Minerba dan Undang-Undang Pemda dalam Pengaturan Tentang Kearifan Lokal’ pada Kamis (25/06/2020) pukul 13:00 WIB hingga 16:00 WIB melalui aplikasi Zoom dan Live Streaming Youtube. (ist)

MERAWANG, www.wowbabel.com -- Sejumlah universitas di Indonesia menggelar internasional webinar dengan mengusung tema ‘Harmonisasi Undang-Undang Minerba dan Undang-Undang Pemda dalam Pengaturan Tentang Kearifan Lokal’ pada Kamis (25/06/2020)  pukul 13:00 WIB hingga 16:00 WIB melalui aplikasi Zoom dan Live Streaming Youtube. 

Kegiatan ini dimotori dan bekerjasama dengan Fakultas Hukum Universitas Muhammadiyah Surabaya, Universiti Sains Islam Malaysia, Universitas Kanjurahan Malang, serta Universitas Wiraraja Sumenep, Universitas Bondowoso, Diana Haiti Center of Law, dan Universitas Dwijendra. 

Sebagai nara sumber dihadirkan tujuh pembicara dengan keynote speaker Prof. Dr. Esmi Warassih Pujirahayu, SH.,M.S. yang merupakan Guru Besar Fakultas Hukum UNDIP. Jumlah peserta 205 orang yang berasal dari berbagai kalangan.

"Dalam Undang-undang bahkan terkadang sangat tidak harmonis (disharmonis) dengan landasan filosofis, sedangkan landasan filosofis adalah landasan yang tidak bisa ditinggalkan. Jika iya maka akibatnya akan tampak pada tingkatan sosiologis dan antropologis-nya," ungkap Prof. Esmi. 

Kegiatan International Webinar tersebut dengan mekanisme diskusi, adapun para pembicara diantaranya, Dr. (Cand) Didik Sasono Setyadi, S.H., M.H., serta Dr. Joice Soraya Al Mu'dlor, S.H., M.Hum., dan Dr. Dewi Sulastri. S.H., M.H., berserta Achmad Hariri, S.H.,M.H., dan Yayuk Sugiarti, S.H.,M.H., bersama itu juga dihadiri Dr. Derita Prapti Rahayu, S.H.,M.H. selaku akademisi dari Universitas Bangka Belitung sekaligus Peneliti Pertambangan, serta Dr. Abd Hamid bin Abd Murad., selaku Dosen Hukum, Universiti Sains Islam Malaysia (USIM). 


Kegiatan tersebut juga dipandu langsung oleh moderator Levina Yustitianingtyas, S.H.,M.H., yang juga merupakan Dosen di Fakultas Hukum Universitas Muhammadiyah Surabaya. 

Seiring berjalan dalam pemaparannya, Dr. Abd Hamid bin Abd Murad., menyampaikan beberapa hal mengenai kekayaan alam di Malaysia dan pengelolaannya, guna sebagai perbandingan agar tercapainya diskusi yang padu. 

Pada kesempatan ini Dr. Derita Prapti Rahayu, S.H.,M.H menyampaikan sangat diharapkan pemerintah memunculkan kebijakan berbasis kearifan dalam melestarikan alam. Dikarenakan kearifan lokal merupakan solusi dari masalah-masalah pertambangan di masyarakat lokal. Di sini yang sangat ditekankan adalah Tranformasi Kearifan Lokal. 

Hal tersebut disampaikan Dr. Derita Prapti Rahayu, S.H.,M.H dalam topik bahasan "Transformasi Kearifan Lokal Terkait Kasus Pertambangan Rakyat Ke Dalam Kebijakan Daerah". 

Menurutnya hal tersebut merupakam solusi agar tercapainya harmonisasi dari permasalahan yang ada dalam pertambangan. 

"Selain itu berkenaan dengan kekayaan alam Indonesia berupa minyak atau yang lain sering dijadikan jargon Indonesia adalah negara yang kaya maka saya ingin menyampaikan Indonesia tidaklah kaya seperti yang dijargonkan," ungkap Didik Sasono.

Disampaikan pula oleh Dr. Joice Soraya Al Mu'dlor, S.H., M.Hum., mengenai Harmonisasi UU Minerba dan UU Pemda dalam Pengaturan Tentang Kearifan Lokal serta Pemaparan yang Mengkaji Potensi Human And Non Human Victims Akibat Disharmonisasi UU Minerba Dan UU Pemda Dalam Pengaturan Tentang Kearifan Lokal oleh Dr. Dewi Sulastri. S.H., M.H. 

Dilain sisi Achmad Hariri, S.H.,M.H., juga menjelaskan mengenai Dinamika Politik Hukum Pemerintahan Daerah Terkait Minerba. Serta Yayuk Sugiarti, S.H.,M.H., menekankan mengenai Eksistensi UU Minerba Terhadap Pengelolaan Wisata Alam di Madura sebagai pemaparannya yang juga menyampaikan perbandingan dengan negara Jerman.

Selain itu berkenaan dengan tema, antusias para peserta dalam bertanya memberikan dinamika tersendiri dalam kegiatan International Webinar tersebut. Uniknya lagi antusias serupa oleh para pembicara yang bahkan juga tidak segan-segan memberikan jawaban dengan realitas fakta yang terjadi berdasarkan riset yang tidak hanya sekedar asumsi.(rel/*)




MEDSOS WOWBABEL
OPINI KITE