Dokter Yovita Tolak Layani Rapid Test 'Nembak'

Direktur RSBT Muntok, dr Yovita Sari Metkono.(rul/wb)
Direktur RSBT Muntok, dr Yovita Sari Metkono.(rul/wb)

MUNTOK,www.wowbabel.com -- Di masa Pandemi Covid-19 saat ini masyarakat yang ingin bepergian baik melalui tranportasi udara maupun laut wajib melengkapi syarat minimal Rapid Test sebagai bukti surat keterangan sehat dan bebas Covid-19.

Direktur RSBT Muntok, dr Yovita Sari Metkono mengaku banyak masyarakat juga yang meminta agar Rapid Test dapat diperjualbelikan dengan tidak dilakukan pemeriksaan atau hanya membeli surat keterangan Rapid Test saja.

Namun Yovita menyebutkan selalu menolak keras tiap kali ditemukan masyarakat yang meminta nembak surat Rapid Test di RSBT Muntok atau tanggal Rapidnya dapat diatur.

"Jadi memang banyak permintaan juga dari pasien-pasien yang mau meminta dirapid itu yang pertama terkait mengeluarkan surat keterangan saja tanpa dirapid," ungkap Yovita, Senin (29/06/2020), ditemui di ruangannya.

"Misalnya ibu boleh tidak surat keterangan saja dikeluarkan kami tidak usahlah diambil darahnya kami bayarlah 500 ribu (menembak-red) gitu," ceritanya.

Tapi Yovita menegaskan pihaknya selalu menolak permintaan masyarakat menembak surat keterangan rapid test.

"Kedua terkait tanggal karena kan SE dari Kementerian Perhubungan adalah Rapid itu berlaku 3 hari jadi minta misalnya di Rapid hari ini bu ini bisa gak buat besok atau buat lusa itu juga kita tolak itu" tandasnya.

Alasan pihaknya menolak hal semacam itu karena sudah menerima tanggung jawab dari KKP walaupun sifatnya komersiil tapi hal itu harus tetap dijaga.

"Itu tanggung jawab kami juga. nah kemudian dua itu sih yang paling sering yang diminta, kalau dihitung-hitung ada mungkin belasan tetap kita tolak karena tanggung jawabnya, ini bukan masalah apa," tuturnya.

Sedangkan untuk oknum-oknum yang mencoba memanfaatkan hal ini sebagai calo surat keterangan rapid test belum ada ditemukan pihaknya.

"Jadi alasannya gini walaupun kami rumah sakit swasta kami komersiil, salah satu faktor rapid ini hanya karena kita sudah diamanahkan oleh KKP dan itu tanggung jawabnya panjang sehingga kami tetap menolak itu, yang kedua kalau itu kami permudah itu artinya kami ikut berkontribusi untuk penyebaran virus corona kan" tukasnya.(rul/wb)



MEDSOS WOWBABEL
OPINI KITE