Kasus Pencabulan Saat Harganas Ke XXVII Tahun 2020, Apri : Kado Terburuk Kabupaten Bateng Layak Anak

Anggota DPRD Bateng, Apri Panzupi. (Herdian/wowbabel)
Anggota DPRD Bateng, Apri Panzupi. (Herdian/wowbabel)

KOBA, wowbabel.com - Terkait kasus pencabulan yang terjadi di Desa Celuak Kecamatan Simpang Katis Kabupaten Bangka Tengah (Bateng) Provinsi Kepulauan Bangka Belitung (Babel) anggota DPRD Bateng, Apri Panzupi angkat bicara.

Diungkapkannya, saat ini tanggal 29 Juni 2020 Indonesia sedang memperingati Hari Keluarga Nasional (Harganas) ke XXVII dan Kasus Pencabulan di Kecamatan Simpang Katis adalah Kado Terburuk untuk Bateng yang menyandang Kabupaten Layak Anak.

"Dunia anak Kabupaten Bangka Tengah (Bateng) sedang berduka dimana ada beberapa anak bahkan sampai puluhan korban pencabulan terjadi di Kecamatan Simpang Katis dan ini jelas tidak selaras dgn deklarasi yang mengatakan bahwa Kabupaten Bangka Tengah adalah Kabupaten Layak Anak (KLA)," ujar Apri kepada wowbabel.com.

Ia juga menambahkan, kejadian ini merupakan warning atas deklarasi tersebut bagaimana mungkin kita mendeklarasikan KLA sementara hak anak untuk mendapatkan perlindungan yang bebas dari eksploitasi seksual belum diwujudkan dengan maksimal.

"Karena sejatinya tujuan umum dari KLA adalah untuk membangun inisiatif daerah yang mengarah pada upaya transformasi dan pemenuhan konvensi hak-hak pada anak," tegas Politisi PPP ini.

Selanjutnya, Apri Panzupi mendesak dinas terkait untuk gerak cepat dalam upaya pemulihan korban baik fisik maupun psikisnya agar tidak menimbulkan traumatik yang berkepanjangan.

"Sudah seharusnya gugus tugas KLA benar-benar memperhatikan dan mendrive dinas teknis agar melahirkan program dan kegiatan terkait perlindungan anak secara membumi jangan hanya sebatas kegiatan yang sifatnya seremoni saja," tuturnya.

Apri berharap semoga segera ada penanganan khusus untuk para korban agar bisa pulih seperti sedia kala sehingga kasus seperti ini tidak terulang lagi dikemudian hari. (her/wb)



TRENDING TOPICS
MEDSOS WOWBABEL