Biaya Pengobatan Pasien Covid-19 Capai Rp 150 Juta/Bulan

Wakil Ketua Gugus Tugas Covid-19 Kota Pangkapinang, dr Masagus Hakim.(hen/wb)
Wakil Ketua Gugus Tugas Covid-19 Kota Pangkapinang, dr Masagus Hakim.(hen/wb)

PANGKALPINANG,www.wowbabel.com -- Kota Pangkalpinang sempat masuk dalam kategori zona hijau dalam kasus Covind-19, namun hal itu tak bertahan lama. Beberapa hari kemudian ada seorang warga yang kembali terpapar Covid-19.

Sebelumnya, jumlah pasien positif di Kota Pangkalpinang sempat dinyatakan 0 pasien Covid-19 atau tahap menuju zona hijau setelah total 32 pasien dinyatakan sembuh dari Covid-19. 

Dari 36 kasus Covid-19 di Pangkalpinang, tingkat kesembuhan cukup tinggi lantaran sebanyak 32 pasien positif Covid-19 berhasil disembuhkan.

Lalu, bagaimana langkah dan kiat yang dilakukan Tim Gugus Tugas Covid-19 Kota Pangkapinang merawat dan menangani pasien-pasien terinfeksi Covid-19 tersebut? 

Wakil Ketua Gugus Tugas Covid-19 Kota Pangkapinang, dr Masagus Hakim menjelaskan sebagian besar pasien yang sembuh merupakan stadium dini atau OTG. Penanganannya hanya memerlukan stamina yang baik dan diberikan asupan vitamin yang cukup.

Sedangkan bagi pasien katagori PDP, akan diberikan obat yang direkomendasikan oleh para ahli yaitu Azitro, Hidroksiklorokuin dan Oseltamivir.

"Jika dia stadium dini pengobatannya cuma stamina yang baik dan vitamin. Kita memang belum menggunakan obat-obat anti virus. Mungkin bagi pasien PDP yang sudah dirawat itu biasanya diberikan obat anti virus," ungkap Masagus Hakim, Senin (29/6/2020).

Dijelaskan Masagus, untuk pasien warga negara Bangladesh yang berdomisili di Pangkalpinang, tiga bulan baru dinyatakan sembuh lantaran yang bersangkutan tidak dirawat di LPMP Pangkapinang.

"Memang pasien asal Bangladesh itu karena dia tidak diinapkan di LPMP, jadi kita tidak tahu apakah dia dikasih obat yang saya katakan tadi, Azitro, Hidroksiklorokuin dan Oseltamivir atau tidak. Tapi obat yang direkomendasikan oleh para ahli tiga obat ini," tuturnya.

Sementara itu perkiraan biaya perawatan untuk pasien yang terinfeksi Covid-19 di rumah sakit swasta dapat mencapai ratusan juta. Mahalnya biaya itu lantaran penggunaan alat ventilator diperkirakan mencapai ratusan.

Sementara itu, untuk biaya perawatan pasien Covid-19 di LPMP Pangkalpinang sejauh ini menghabiskan anggaran rata-rata sekitar Rp 150 juta per bulan.

"Kalau untuk obat, saya kira harganya tidak terlalu mahal.Sebenarnya yang buat mahal itu pada saat dia menggunakan ventilator. Itu yang mahal. Sepengetahuan saya yang mahal itu penggunaan ventilator di ICU. Penggunaan ventilator dan oksigen itu perjam di rumah sakit swasta biayanya mahal sekali," tukasnya.(hen/wb)




TRENDING TOPICS
MEDSOS WOWBABEL