Hasil Rapid Test Reaktif, Seorang Calon Penumpang Dilarang Nyeberang di Tanjung Kalian

Ilustrasi.(net)
Ilustrasi.(net)

MUNTOK,www.wowbabel.com -- Tim Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 (GTPPC), KKP Muntok, dan Satgas Angla menemukan adanya calon penumpang di Pelabuhan Tanjung Kalian Muntok dengan hasil rapid test Reaktif, Selasa (30/06/2020).

Sekretaris GTPPC Kabupaten Bangka Barat, Sidarta Gautama menyampaikan calon penumpang tersebut atas nama Suyetno bersama istrinya terpaksa ditolak menyeberang karena menunjukkan hasil rapid test pemeriksaan Reaktif.

Informasi yang diperoleh, berdasarkan hasil Rapid Test dari Rumah Sakit Siloam, Senin (29/06/2020), Suyetno (51) pada IgG non reaktif dan IgM Reaktif.

"Dinyatakan oleh RS Siloam, IgM dia Reaktif tadi sudah kita tanya kepada yang bersangkutan maunya bagaimana, kita siap untuk mengkarantina tapi karena dia bawa istrinya, istrinya itu bingung mau tinggal dimana,” ungkap Sidarta.

"Akhirnya kami pulang sajalah lagi ke Toboali nanti kami swab di Toboali dulu, kalau nanti hasilnya negatif baru kami berangkat lagi ke Muntok," imbuh Sidarta.

Akhirnya Sidarta memutuskan untuk tidak mengkarantina hanya memulangkan kembali calon penumpang tersebut dan menolak keberangkatannya untuk hari ini.

Sidarta sudah mengambil data Suyetno dan istrinya dan juga telah dikoordinasikan dengan GTPPC Kabupaten Bangka Selatan agar tiba di sana langsung dilakukan tes swab.

"Pertimbangan saya karena dia tidak naik kendaraan umum tapi bawa mobil sendiri, kalau dia naik kendaraan umum tidak berani juga saya melepasnya," kata Sidarta.

Sidarta mengungkapkan permasalahan seperti ini membuat pihaknya terkena getahnya karena hasil rapid test RS Siloam dilepas ke pihaknya dalam keadaan reaktif.

"Setiap menemukan orang yang reaktif harusnya dikoordinasikan dengan Gugus Tugas dimana dia berada dan pihak rumah sakit tidak lepaskannya,” kata Sidarata.

Diakui Sidarta, sudah dua kali mengalami kejadian yang serupa ketika calon penumpang dengan hasil rapid test Reaktif tiba-tiba hendak menyeberang melalui Pelabuhan Tanjung Kalian.

Akhirnya Sidarta, menghubungi GTPPC Provinsi Babel melalui Mikron dan setelah itu GTPPC Babel dan KKP langsung ke RS Siloam untuk kedepannya dapat berkoordinasi terlebih dahulu ketika menemukan hal yang sama.

Kepala KKP Muntok Ono Nurdiono membenarkan ditemukannya calon penumpang hasil rapid test dengan reaktif.

"Tim verifikasi mendapatkan calon penumpang yang reaktif satu orang dari enam orang, mereka membawa mobil pribadi,” kata Nurdiono.

Dijelaskan Nurdiono seharusnya  yang boleh diseberangkan itu adalah yang non reaktif, baik IgG ataupun IgM harus non reaktif.

"Sebenernya penanganan yang menyelenggarakan rapid test harus tau kalo reaktif harus gimana,” imbuh Nurdiono.

"Dari hasil reaktif satu keluarga tidak jadi nyeberang rencana mau ke lampung,” tukas Nurdiono.(rul/wb)




TRENDING TOPICS
MEDSOS WOWBABEL