Jamur Enoki Beredar di Pangkalpinang Aman Dikonsumsi

Tim (Jejaring Keamanan Pangan Daerah (JKPD) Provinsi Kepulauan Bangka Belitung (Babel) lakukan sidak memeriksa adanya penjualan jamur enoki.(ist)
Tim (Jejaring Keamanan Pangan Daerah (JKPD) Provinsi Kepulauan Bangka Belitung (Babel) lakukan sidak memeriksa adanya penjualan jamur enoki.(ist)

PANGKALPINANG, www.wowbabel.com -- Menyikapi isu yang beredar terkait bakteri listeria monocytogenes yang terdapat pada jamur Enoki asal Korea Selatan, Tim (Jejaring Keamanan Pangan Daerah (JKPD) Provinsi Kepulauan Bangka Belitung (Babel) turun langsung ke beberapa Pasar Modern.

Tim terdiri dari OKKPD Bidang Konsumsi dan Keamanan Pangan Dinas Pangan Babel, Bagian Pengawasan Disperindag Babel serta Dinas Pertanian dan Pangan Kota Pangkalpinang, melaksanakan hal ini sebagai bentuk pengawasan keamanan pangan di Babel. 

"Pengawasan ke pasar modern kami lakukan dengan tujuan edukasi dan counter terhadap setiap isu yang masuk ke Babel, terkait konsumsi keamanan pangan," kata Pengawas Mutu Hasil Pertanian Dinas Pangan Provinsi Babel, Ongky Pinsera di Pangkalpinang, Selasa (30/6/2020). 

"Harapannya masyarakat tidak lagi resah atas isu yang beredar karena sudah tahu kebenarannya. Selain itu, edukasi juga kami lakukan kepada distributor agar mencantumkan cara pengolahan jamur enoki secara tepat kepada konsumen," ujarnya. 

Lebih lanjut dikatakannya, hasil dari pengawasan tersebut tidak ditemukan jamur Enoki yang terkontaminasi bakteri listeria di Giant, Puncak, Transmart, Aneka Buah, dan Hypermart sebagai distributor penjual jamur Enoki di Pangkalpinang. 

Hal ini menjawab keresahan masyarakat penikmat jamur enoki bahwasanya jamur yang beredar di Babel aman untuk dikonsumsi.

"Walaupun di Babel tidak menjual jamur berbahaya, akan tetapi lebih baik bila kita tetap mengolah jamur dengan benar sebelum mengonsumsinya," ungkap Kabid Konsumsi dan Keamanan Pangan Dinas Pangan Babel, Suzanna. 

Untuk diketahui, hingga saat ini di Indonesia belum ditemukan adanya kasus KLB karena kontaminasi bakteri dari jamur Enoki. Hanya saja, untuk mengonsumsi jamur tersebut tetap harus dimasak dengan suhu di atas 75ºC sebagai bentuk pencegahan, artinya bakteri yang ada di jamur akan mati jika dimasak dengan benar. 

Selain itu, tidak semua jamur enoki berbahaya untuk dikonsumsi. Sebagai catatan, jamur yang mengandung bakteri dan dilarang konsumsi hanya jamur dengan merk Green Co Ltd (Green Box) produsen asal Korea Selatan, dan saat ini telah dimusnahkan BKP Kementan RI. Sedangkan jamur yang beredar di Babel sekarang adalah jamur enoki yang berasal dari Cina dan aman untuk dikonsumsi dengan proses pemanasan yang benar. 

Isu bakteri listeria monocytogenes ini berkembang sejak ditemukannya kasus keracunan yang menyebabkan kematian di Amerika Serikat, Kanada, dan Australia karena mengonsumsi jamur enoki. Peristiwa ini kemudian ditetapkan sebagai Kejadian Luar Biasa (KLB) yang terjadi selama bulan Maret – April. Indonesia menerima info dari INFOSAN (International Food Safety Authority Network) yang merupakan jaringan otoritas keamanan pangan internasional di bawah FAO/WHO. 

Pemerintah kemudian menanggapinya melalui BKP Kementan dengan melakukan penarikan dan pemusnahan produk jamur enoki dari Green Co Ltd, Korea Selatan yang ada di Indonesia sesuai UU Pangan No. 18/2012 Pasal 90, PP 86/2019 Pasal 28 dan Permentan 53/2018. (dwi/wb)




MEDSOS WOWBABEL