Terdampak Covid-19, PAD Pangkalpinang Baru Terserap Rp 33 M

Ilustrasi.(net)
Ilustrasi.(net)

PANGKALPINANG,www.wowbabel.com -- Pendapatan Asli Daerah (PAD) Pemerintah Kota Pangkalpinang tahun 2020 pada pertengahan tahun ini baru terserap sekitar 34 persen atau sekitar Rp 33 miliar dari target sebesar Rp 95 miliar.

Menurut Kabid Pendapatan Badan Keuangan Daerah Pemkot Pangkalpinang, Shendi Aditia, sejak adanya pandemi Covid-19 mengakibatkan berdampak pada penerimaan PAD Pemkot Pangkalpinang.

"Persentasenya baru 34,81 persen sampai dengan posisi minggu kemarin. Target PAD tahun 2020 sebesar Rp 95 miliar, baru terserap 34 persen atau sekitar Rp 33 miliar," ujar Kabid Pendapatan Badan Keuangan Daerah Kota Pangkalpinang, Shendi Aditia, Selasa (30/6/2020).

Shendi mengungkapkan sejak adanya pandemi Covid-19, tiga jenis penerimaan dengan potensi besar seperti pajak hotel, restoran dan hiburan, sangat terdampak pada penerimaan PAD Pemkot Pangkalpinang.

"Untuk target hotel baru mencapai 20 persen. Sejak Covid-19 memang luar biasa dampaknya, terutama untuk pajak hotel, restoran dan hiburan, kan, banyak yang tutup. Itu tiga jenis pajak yang paling besar dampaknya karena Covid-19," ujar dia.

Menurut Shendi, PAD yang paling besar diterima sejauh ini berasal dari pajak parkir. Sementara dari sektor lainnya masih terbilang minim. PAD Pemkot Pangkalpinang sendiri terdiri dari 10 jenis pajak. 

"Pajak parkir, karena tidak terlalu terdampak. Sebetulnya potensi yang besar justru di tiga pajak yaitu hotel, restoran dan hiburan. Itu karena Pangkapinang kan sudah pasang tapping box, sebetulnya dengan bantuan tapping box penerimaan dari tiga jenis pajak ini sangat besar potensinya," tukas Shendi.(hen/wb)




TRENDING TOPICS
MEDSOS WOWBABEL