Gunakan Trotoar Pedagang di Muntok Ditertibkan

Caption: Satuan Polisi Pamong Praja Kabupaten Bangka Barat menertibkan pedagang yang berjualan di trotoar dan bahu jalan Kawasan Kecamatan Muntok, Bangka Barat, Rabu (1/7/2020). (rul/wb)
Caption: Satuan Polisi Pamong Praja Kabupaten Bangka Barat menertibkan pedagang yang berjualan di trotoar dan bahu jalan Kawasan Kecamatan Muntok, Bangka Barat, Rabu (1/7/2020). (rul/wb)

MUNTOK,www.wowbabel.com-- Satuan Polisi Pamong Praja Kabupaten Bangka Barat menertibkan pedagang yang berjualan di trotoar dan bahu jalan Kawasan Kecamatan Muntok, Bangka Barat, Rabu (1/7/2020).

Kepala Bidang Gakkum Perda Satpol PP Kabupaten Bangka Barat, Des Kurniawan bersama tim Sat Pol PP Bangka Barat juga turut menurunkan spanduk dan baliho yang terpasang tidak pada tempatnya. Hal ini sebagai bentuk penegakan Peraturan Daerah Nomor 5 tahun 2020 tentang perubahan atas Peraturan Daerah Nomor 7 tahun 2015 tentang Ketertiban Umum.

Dari kegiatan ini, pihaknya menemukan enam pelanggar dan mengingatkan mereka agar tidak mengulangi lagi.

"Ada reklame dan spanduk yang dipasang di atas trotoar langsung dicabut dan digeser mundur ke belakang agar tidak menganggu trotoar jalan di Muntok," katanya.

Selain menyingkirkan spanduk, pihaknya melanjutkan razia ke kawasan Kampung Jawa dan menemukan pedagang yang berjualan diatas trotoar dan ditemukannya reklame. Pihaknya, mengingatkan agar pedagang tidak lagi berjualan di trotoar jalan.

"Selanjutkan kami menuju Showoom motor Aditya di seberang Kampung Jawa di situ juga kita minta tempat jualannya agak mundur" terangnya.

Des mengatakan, pihaknya hanya memberikan imbauan dan peringatan bagi para pedagang agar tidak mengulangi hal ini. Namun, jika tetap membandel pihaknya tak segan-segan memberikan sanksi bagi yang melanggar. "Kita preventif dulu kita imbau supaya mencabut atau mundur dari tempatnya agar jangan menganggu trotoar atau bandar jalan," ujarnya.

Menurutnya, banyak pedagang yang melanggar lantaran tidak paham dengan aturan. Sayangnya, mereka tidak bisa melanjutkan kegiatan penertiban ini lantaran hujan.

"Karena tidak paham aturan dan memanfaatkan space yang sempit untuk jualan," kata Des.

Ia menambahkan, pihaknya telah kerap melakukan penertiban, namun masih saja ditemukan pelanggar yang menggunakan trotoar untuk berjualan maupun memasang reklame.

"Bulan Juni lalu tiga kali kita lakukan, tapi orang berbeda. Kita baru operasi non yustisi hanya mengimbau dan menertibkan kalau masih bandel baru kita adakan operasi yustisi itu pun kalau pengadilan negeri siap karena kondisi covid," tutupnya. (Rul/wb)  



TRENDING TOPICS
MEDSOS WOWBABEL