Diminta Biaya Dokumen Kependudukan, Suparyono : lapor ke saya, saya pecat

Pencetakan dokumen seperti kartu keluarga, akta kelahiran dan lain-lain tidak lagi akan menggunakan blanko khusus, melainkan menggunakan kertas HVS. (Hendri/wowbabel)
Pencetakan dokumen seperti kartu keluarga, akta kelahiran dan lain-lain tidak lagi akan menggunakan blanko khusus, melainkan menggunakan kertas HVS. (Hendri/wowbabel)

PANGKALPINANG, wowbabel.com - Plt. Kepala Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) Kota Pangkalpinang, Suparyono meminta masyarakat melaporkan jika dalam kepengurusan dokumen kependudukan yang memungu atau diminta biaya oleh petugas.

"Lapor ke saya jika (jika ada pungli) disertai barang bukti dan saksinya. Itu gak main-main, saya pecat. Tindakan tegas bukan peringatan-peringatan," tukasnya, Kamis (2/7/2020).

Dia mengingatkan, tidak akan mentolerir jika pegawainya melanggar dan kedapatan melakukan pungutan liar dalam kepengurusan dokumen kepada masyarakat.

"Apabila ada pegawai atau honorer kami yang kedapatan pungli, ada saksi dan bukti, langsung saya pecat. Saya tidak pakai SP 1 atau SP 2, sudah diingatkan waktu apel bagi yang melanggar langsung saya pecat," kata Suparyono.

Sementara itu, jika yang bersangkutan adalah oknum PNS, kata Suparyono, dirinya sendiri yang akan melaporkannya ke Tim Saber Pungli. Ia menegaskan tidak akan melindungi siapa pun yang melakukan kesalahan.

"Kalau PNS saya laporkan ke saber pungli. Jadi kami tidak akan melindungi. Kalau masih ada pungli di Disdukcapil Kota Pangkalpinang, pegawai honorer sanksinya pecat," tandasnya.

"Pak Dirjen saja sudah menghentikan beberapa kepala dinas yang pungli waktu vidcon. Jangan sampai ada masyarakat sudah susah masih dibebani," tegas dia. (Hen/wb)



MEDSOS WOWBABEL
OPINI KITE