Kota Pangkalpinang Inflasi 0,20 Persen, Disperindag Tingkatkan Pemantauan Harga dan Stok Pangan

Kantor Dinas Koperasi, UMKM dan Perdagangan kota Pangkalpinang. (Hendri/wowbabel)
Kantor Dinas Koperasi, UMKM dan Perdagangan kota Pangkalpinang. (Hendri/wowbabel)

PANGKALPINANG, wowbabel.com - Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Bangka Belitung (Babel) pada bulan Juni 2020 yang dikeluarkan sejak 1 Juli 2020, kota Pangkalpinang mengalami inflasi sebesar 0,20 persen dengan Indeks Harga Konsumsi (IHK) 103,04.

Inflasi terjadi karena kenaikan harga yang ditunjukkan oleh naiknya indeks di beberapa kelompok pengeluaran, yaitu kelompok makanan, minuman dan tembakau sebesar 0,92 persen.

Selain itu, pengeluaran lain yang mengalami inflasi yaitu kelompok perlengkapan, peralatan dan pemeliharaan rutin rumah tangga sebesar 0,17 persen; serta kelompok perawatan pribadi dan jasa lainnya sebesar 0,65 persen.

Beberapa komoditas yang mengalami peningkatan harga pada Juni 2020, antara lain daging ayam ras, bayam, kangkung, dan bawang merah.

Kepala Dinas Perindustrian Peradangan (Disperindag) dan UMKM Kota Pangkalpinang, Donal Tampubolon menyebutkan, untuk persolan kesediaan pangan sebetulnya berada di Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID).

Namun kata Donal, pihaknya akan tetap melakukan pemantauan harga dan stok pangan di tingkat grosir maupun pada harga harian pasar dan juga akan berkoordinasi dengan dinas pangan.

"Sebenarnya ada di TPID. Cuma kita pemantauan harga tetap, karena kita salah satu juga yang ikut di TPID. Jadi untuk menghitung stok pangan di tingkat grosir dan juga untuk harga harian di pasar, tetap kita pantau setiap hari," tukasnya, Kamis (2/7/2020).

Menurut Donal, untuk satgas pangan pihaknya hanya sebagai anggota dan satgas tersebut berada di provinsi. Namun kata dia, Disperindag kota akan tetap berkoordinasi untuk memantau stabilitas stok pangan yang ada di tingkat grosir.



TRENDING TOPICS
MEDSOS WOWBABEL