Masuk ke Bangka Gunakan Surat Rapid Test Palsu, Enam Warga Ogan Ilir Diamankan

Konferensi Pers pengungkapan kasus pemalsuan surat keterangan rapid test.(rul/wb)

MUNTOK,www.wowbabel.com – Enam orang laki-laki dari Pelabuhan Tanjung Api-api Sumatera Selatan yang masuk melalui Pelabuhan Tanjung Kalian Muntok diamankan Tim GTPPC Bangka Barat lantaran menggunakan surat keterangan Rapid test palsu, Rabu (1/7/2020) sekitar pukul 16.30 WIB.

Kapolres Bangka Barat AKBP Fedriansah dalam Konferensi Pers membenarkan keenam orang penumpang yang masuk ke Pelabuhan Tanjung Kalian menggunakan surat keterangan Rapid Test palsu.

"Dimana pada Hari Rabu (1/7/2020)  pukul 16.30 WIB bertepatan di Pelabuhan Tanjung Kalian kecamatan Muntok telah diamankan enam orang laki-laki dengan inisial saudara RD dan kawan-kawan diamankan karena menggunakan surat keterangan Rapid Test palsu," ungkap AKBP Fedriansah.

Dikatakan Kapolres, terungkapnya hal ini setelah petugas tim verifikasi di Pelabuhan Tanjung Kalian Muntok melihat kecurigaan terhadap surat Rapid Test yang diberikan keenam penumpang tersebut didapati adanya kesamaan nomor pasien dan nomor laboratorium

"Sehingga dapat diduga surat rapid test yang dikeluarkan di dalam dokumen itu dikeluarkan oleh RSUP Dokter Muhammad Husein Palembang kami duga palsu," kata Kapolres.

Kapolres menuturkan pihaknya bersama GTPPC Bangka Barat sudah berkoordinasi kepada Polres Banyuasin Sumsel untuk mengusut pelaku yang membuat surat rapid test palsu tersebut. Sedangkan barang bukti yang ikut diamankan enam dokumen yang diduga palsu dan enam lembar KTP.

Sementara identitas pelaku RD (30), EF (30), AX (36), IH (29), SL (43) dan AS (28). Keenamnya adalah warga Kecamatan Kandis Kabupaten Ogan Ilir. Mereka dijerat dengan  Pasal 263 ayat 2 subs pasal 268 ayat 2 KUHPidana.

Kapolres menjelaskan bahwa keenam orang ini adalah penumpang yang membeli kepada pelaku pembuat surat hasil rapid tes palsu agar dapat menyeberang tanpa dilakukan rapid tes dengan harga Rp 250.000/orang.

Saat keenam orang itu ketahuan menggunakan rapid test palsu, Tim GTPPC Bangka Barat langsung merapid dan hasilnya keenam orang tersebut Non-Reaktif.

Kapolres dan Sekretaris GTPPC Bangka Barat Sidarta Gautama menyampaikan permasalahan ini akan terus diproses baik kepada pelaku yang membuat pemalsuan maupun melalui GTPPC Provinsi Bangka Belitung berkoordinasi kepada pihak RSUP Dokter Muhammad Husein Palembang yang dibawa namanya dalam berkas pemalsuan.(rul/wb)




TRENDING TOPICS
MEDSOS WOWBABEL