Ibrahim: Peta Politik Babar Landai Namun Bakal Muncul Kejutan

Rektor Universitas Bangka Belitung, DR Ibrahim.(ist)
Rektor Universitas Bangka Belitung, DR Ibrahim.(ist)

MUNTOK,www.wowbabel.com
Ibrahim selaku Dosen FisipĀ  Universitas Bangka Belitung (UBB) menyampaikan Bangka Barat dalam sejarahnya menghasilkan kejutan-kejutan menarik dalam beberapa perhelatan politiknya.

"Dengan kontur demografis yang relatif beragam, peta suara berbasis komunal agak sukar ditebak," ungkap Ibrahim, Jumat (03/07/2020).

Ibrahim menjelaskan Bangka Barat punya riwayat dipimpin oleh kader partai PKS, baik sebagai wakil bupati maupun bupati.

"Saat ini, Bangka Barat dipimpin oleh politisi Tionghoa di tengah warga dari etnis ini tidak terlampau dominan," katanya.

Ibrahim menerangkan Bangka Barat juga punya riwayat menumbangkan incumbentnya melalui suara yang amat tipis, dan kemudian terpilih kembali pada periode berikutnya melalui kontestasi yang menarik.

"Kini Bangka Barat bersiap kembali menghadapi Pilkada, saya yakin akan ada kejutan kembali muncul dari sana" ucap Ibrahim saat diwawancarai Wowbabel.

Ibrahim menjabarkan peta politik di Bangka Barat amat landai, tapi kejutan kecilnya akan muncul di masa-masa penting.

"Siapa sangka beberapa politisi senayan berasal dari daerah ini. Hal ini menandakan bahwa Bangka Barat akan menjadi ruang yang fleksibel bagi berbagai kemungkinan," terangnya.

Dijelaskannya, Pilkada Bangka Barat saat ini diramaikan setidaknya oleh dua nama, yakni incumbent Markus dan politisi kawakan Sukirman.

"Komposisi parpolnya saya kira akan seimbang, tinggal pasangannya akan jadi penentu. Jika dua nama ini terkristalisasi, sangat mungkin otak-atik akan berhenti pada kedua figur ini. Jika demikian, maka akan terjadi pengelompokkan kekuatan yang menarik," tutur Ibrahim.

Menurut Ibrahim kedua tokoh ini dikelilingi oleh peluang satu sama lain yang akan terus menguat.

"Markus adalah petahana, punya sumber daya memadai, sementara Sukirman adalah penantang, namun punya riwayat jejaring tim yang kuat," imbuh Ibrahim.

Dosen Kampus Biru UBB ini menyebutkan Kompetisi politik sangat mungkin akan diwarnai oleh perluasan isu identitas, tapi harapannya semua pihak bisa menahan diri untuk tidak menginstrumentasi identitas sebagai kekuatan utama.

"Kita tunggu saja !" tutupnya.(rul/wb)



TRENDING TOPICS
MEDSOS WOWBABEL