Usai Diperiksa, Mantan Kepala BPRS Babel Cabang Muntok Langsung Ditahan Kejari Bangka Barat

Kepala Kejari Bangka Barat Helena Octavianne SH MH.(rul/wb)

MUNTOK,www.wowbabel.com -- Kejaksaan Negeri (Kejari) Kabupaten Bangka Barat akhirnya menahan oknum Mantan Kepala Cabang Bank BPRS Muntok Kabupaten Bangka Barat berinisial KH, Jumat (03/07/2020), setelah melakukan pemeriksaan terhadap KH.

"Pada hari ini kami kejaksaan negeri Bangka Barat menahan tersangka dari kasus BPRS yang di Muntok, Bank Syariah Bangka Belitung Cabang Muntok" ungkap Kepala Kejari Bangka Barat Helena Octavianne SH MH kepada awak media.

Helena menyebutkan kasus korupsi yang dilakukan oleh KH menyebabkan kerugian negara sebesar Rp 5.684.055.000.

"Sudah dilakukan pemanggilan terhadap tersangka kemudian setelah diperiksa dari tadi sekitar jam sembilan pagi hingga pukul lima sore dengan ada beberapa pertanyaan kemudian kami langsung tetapkan sebagai tersangka," jelasnya.

Dijelaskannya penetapan sebagai tersangka hal ini untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan seperti melarikan diri, menghilangkan barang bukti dan lain sebagainya.

"Karena memang sedang masa pandemi Covid kita sudah bekerjasama dengan Polres kita akan tahan dulu di Polres," imbuhnya.

Helena menuturkan kasus ini setelah dilakukan pelimpahan ke persidangan maka pihaknya akan langsung kirimkan ke rutan sesuai dengan tata cara di Kemenkumham bahwa sesudah pelimpahan bisa dititipkan di rutan atau Lapas.

"Kedepannya kita akan mencari lagi tersangka yang lain dan memang secepatnya kita akan umumkan tersangka yang lainnya" tandas Helena yang masa lalunya pernah menjadi Wartawan/Jurnalis media Republika.

Helena menyebutkan dengan kerugian sebesar itu maka memungkinkan ada keterlibatan tersangka lainnya dalam kasus korupsi sebesar ini dikarenakan tidak mungkin dilakukan sendirian.

"Banyak saksi yang sudah diperiksa, kalau gak salah hampir sekitar empat puluhan ya saksi termasuk dari BAP yang lama," ucapnya.

Diungkapkan Helena, saat dimintai keterangan, KH agak berbelit-belit dalam menjawab pertanyaan saat pemeriksaan. Kemungkinan untuk tersangka lainnya tetap ada dari internal Bank BPRS berdasarkan rujukan pengakuan dari tersangka KH sekarang.

"Perkara korupsinya ini sebenarnya berjalan dari tahun 2015 sampai 2018 kemudian kalau dari kejaksaan sendiri sebenarnya bukan dua tahun sih kita sudah satu tahun cuman tahunnya itu dari 2018 sampai 2019 masa penyidikannya," tuturnya.

Helena mengatakan untuk tersangka KH, bukti-bukti sudah cukup untuk ditetapkan sebagai tersangka yang mana diancam UU Tipikor pasal 2 primer dan pasal 3 subsider.

Dikatakan Helena, ada pengajuan penangguhan dari PH  Rafiqkhan Illahi SH/Dharma Illahi SH tersangka KH akan tetapi tetap ditahan terlebih dahulu dan permintaan penangguhan akan tetap juga diproses.

"Takut tersangka menghilangkan barang bukti, dan domisili yang bersangkutan ada di Pangkalpinang lokusnya di Bangka Barat, jadi dari pada ada upaya menghilangkan barang bukti makanya kita tahan dulu," tukas Helena.(rul/wb)




MEDSOS WOWBABEL
OPINI KITE