Dinas Pangan Babel Pastikan Stok Pangan Babel Tercukupi

Caption: Kepala Dinas Pangan Babel, Ahmad Damiri. (fiz/wb)
Caption: Kepala Dinas Pangan Babel, Ahmad Damiri. (fiz/wb)

PANGKALPINANG, www.wowbabel.com,-- Kepala Dinas Pangan Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, Ahmad Damiri memastikan stok pangan di Babel cukup. Meskipun beberapa waktu lalu ada hambatan pendistribusian barang lantaran pandemi Covid-19. 

"Untuk saat ini stok mencukupi untuk komoditi, harga juga stabil, arus dagang dengan new normal ini pendistribusian juga semakin lancar, jadi tidak masalah. Untuk beras 20% dari produksi lokal babel, 80% impor dari luar, dari sumatra dan jakarta" tutur Damiri, Rabu (8/7/2020). 

Damiri menyebutkan, kondisi pangan selama pandemi Covid-19 stabil karena daya beli masyarakat menurun. Kendati demikian, agar tidak mengalami krisis pangan pihaknya melalui satgas pangan bekerjasama dengan KSOP untuk tetap mengontrol arus distribusi komoditi tersebut. 

"Dengan pelabuhan, dengan stakeholder lainnya kita kerja sama untuk mengatur distribusi untuk pengangkutan bahan-bahan pokok prioritas. Selain itu kemarin kan di kita ini acara-acara untuk hari besar tidak ada, seperti acara pesta perkawinan itu berkurang, jadi daya beli cenderung menurun," ungkapnya. 

Damiri menyampaikan untuk saat ini stok pangan di Bangka Belitung mencukupi dan mulai kembali stabil. Harga komoditi pun cenderung aman dan tidak mengalami inflasi. Namun pangan Bangka Belitung masih bergantung dengan impor dari luar daerah. 

Menjelang Iduladha, pihaknya akan melakukan pengawasan dan berkoordinasi dengan satgas pangan dan stakeholder terkait untuk memastikan harga tetap stabil. 

"Untuk cabai merah kriting malahan harganya rendah ditingkat petani Rp 7.000 dan di pasar Rp 10.000, kalau cabai rawit tetap stabil dan tinggi harganya. Menjelang Idul Adha kita akan rapat dengan satgas pangan dan memanggil para distributor ada kendala atau tidak," terang Damiri. 

Ia menambahkan Dinas Pangan Babel juga memiliki program untuk meningkatkan ketahanan pangan ditingkat keluarga.

"Kita ada program P2L, perkarangan pangan lestari, jadi ibu rumah tangga membentuk kelompok, menanam komoditi di pekarangan rumahnya, sayuran, cabe, ikan itu kita kembangkan untuk membantu mereka. Jadi ga perlu beli untuk kebutuhan keluarga, kalau ada lebih bisa dijual dan menjadi nilai lebih," tutup Damiri. (fiz/wb)



MEDSOS WOWBABEL
OPINI KITE