Arteria Curiga Lima Perusahaan dan PT Timah Saja Dapat Izin Ekspor

Firman    •    Jumat, 10 Juli 2020 | 06:18 WIB
Nasional
Arteria Dahlan  Anggota Panja Komisi III DPR RI.(fn/wb)
Arteria Dahlan Anggota Panja Komisi III DPR RI.(fn/wb)

PANGKALPINANG,www.wowbabel.com  -- Panitia Kerja Komisi III DPR RI mempertanyakan hanya lima perusahaan yang bisa memiliki izin dan memenuhi syarat untuk kegiatan penambangan hingga ekspor timah.

Bahkan Panja Pegawasan Penegakan Hukum Komisi III curiga ada permainan dibalik terbitnya izin kepada lima perusahaan yang bekerjasama dengan PT Timah Tbk.

"Makanya kami ingin lebih jauh lagi, dan kita ingin mencermati kehadiran peraturan menteri dan keputusan menteri itu memang betul-betul nasionalis atau seolah-olah nasionalis dan ditunggangi oleh pihak lain. Kok tiba-tiba hanya PT Timah dan lima konsorsium yang bisa diizinkan yang memenuhi syarat, dan pertanyaaannya atas dasar apa," ujar Arteria Dahlan  Anggota Panja Komisi III DPR RI, usai melakukan kunjungan ke Polda Babel, Kamis (9/7/2020).

Arteria mempertanyakan apakah lima perusahaan yang bekerjasama dengan PT Timah Tbk, sehingga bisa melakukan penambangan, pemurnian, hingga ekspor timah .

"Apakah kelima konsorsium itu memenuhi syarat atau tidak. Atau justru sebaliknya. Jangan-jangan tidak memenuhi syarat, kalau tidak memenuhi syarat ada konspirasi apa ini, dan siapa yang bermain," tanya Arteria.

Pernyataan politisi PDI Perjuangan ini karena data yang dikantongi dari Bareskrim Polri sebelum Panja Komisi III melakukan kunjungan kerja ke Bangka Belitung mengetahui kondisi tata kelola pertimahan carut marut.

Komisi III datang ke Babel, kata Arteria untuk mengetahui lebih jauh sekaligus mengurai benang kusut tata kelola pertimahan sehingga memberikan keadilan bagi masyarakat Babel.

"Kami hadir untuk mengurai benang-benang kusut ini, dan mudah-mudahan Panja pengawasan dan peneggakkan hukum ini semuanya bisa teruai dengan baik," tukas Arteria.

Sejak 2018  terdapat 5 perusahaan smelter swasta yang menjalin kerjasama pemurnian dengan PT Timah. Kelima. perusahaan inipun bisa melakukan ekspor timah batangan, diantaranya   PT Refined Bangka Tin (RBT), CV Venus Inti Perkasa (VIP), PT Sariwiguna Bina Sentosa (SBS), PT Stanindo.

Selain menyoroti izin lima smelter, Arteria juga merasa ganjil dengan kerugian yang dialami PT Timah Tbk. Menurutnya,  PT Timah mendapat fasilitas kebijakan yang telah diberikan oleh pemerintah.

"Ini semua bisa menjadi pemalsuan dan periksa semuanya, kita akan buka-bukaan saja. Kami juga ingin melihat bagaimana PT Timah yang menikmati kegaduhan ini. Kok ada proteksi regulasi satu pihak. Kemudian dilakukan upaya penegakan hukum atas nama hukum oleh penegak hukum kepolisian untuk melindungi bisnis dan transaksi PT Timah. Kenapa masih merugi," katanya.(fn/wb)



MEDSOS WOWBABEL
OPINI KITE