Pangkalpinang Bakal Punya Fasilitas Pengolahan Limbah Medis

Caption: Ilustrasi.
Caption: Ilustrasi.

PANGKAPINANG,www.wowbabel.com,-- Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Depati Hamzah Kota Pangkapinang bakal memiliki fasilitas insenerator sistem pengolahan limbah medis infeksius. Kini, proyek insenerator tersebut dalam tahapan proses pengerjaan yang telah mencapai lima persen.

Limbah medis dari penanganan Covid-19 diketahui merupakan salah satu katagori limbah infeksius yang termasuk sebagai Limbah Bahan Berbahaya dan Beracun (B3).

Direktur RSUD DH Pangkalpinang dr Muhammad Fauzan mengatakan, sementara inipengelolaan limbah medis di RSUD serta di tempat karantina pasien Covid-19 masih dikelola oleh pihak ketiga. Akan tetapi, dalam waktu dekat pihak RSUD akan mengelola sendiri limbah medis tersebut. 

"Dalam waktu dekat akan kita kelola sendiri karena sedang dikerjakan pemasangan mesin insinerator dengan kapasitas 70 kg perjam serta pengadaan alat penghancur jarum suntik," ujarnya, Jumat (10/7/2020).

Fauzan mengatakan, izin pengelolaan sementara menggunakan izin dalam pengolahan. Hanya saja, Fauzan tidak merinci lebih lanjut berapa anggaran yang digunakan serta sumber anggaran untuk proyek pembangunan insenerator tersebut. 

"Lima persen ini sudah mulai pondasinya, akhir bulan selesai. Surat izin include nantinya dari kementerian, sementara pakai surat sementara dalam pengurusan," katanya. 

Sebelumnya, insenerator pengolahan limbah medis memang telah dimiliki oleh RSUD Depati Hamzah. Hanya saja, kata Fauzan, kini sudah tidak layak lagi digunakan lantaran tidak sesuai dengan peraturan Kementerian Lingkungan Hidup. 

"Oleh karenanya kita pengadaan baru dengan teknologi modern yang ramah lingkungan," ujarnya.

Terpisah, Kepala Bidang Pengelolaan Sampah, B3 dan Peningkatan Kapasitas Dinas Lingkungan Hidup Pangkalpinang, Yosi Saria menyebutkan, prosedur pengolahan limbah infeksius harus dikelola secara khusus alias tidak sembarangan masuk ke Tempat Pembuangan Akhir (TPA), apalagi di tengah pandemi Covid-19.

Limbah medis seperti APD yang langsung berhubungan dengan pasien terinfeksi Covid-19, maka dimasukkan dalam kategori limbah medis infeksius.

"Kalau kita domestik, limbah B3 ini dia ada perizinan sendiri dan pengolahannya itu harus ke pihak ketiga yang memiliki izin, pihak ketiga yang memang bisa mengelola sampah medis," kata dia ketika dikonfirmasi wowbabel, Rabu (8/7/2020). 

Ia mengungkapkan sampah medis infeksius harus kelola dengan perlakuan khusus lantaran terdapat bahan beracun maupun berbahaya yang dapat menimbulkan penyebaran penyakit.

"Kalau sembarangan akan terjadi penyebaran penyakit, itu yang tidak diharapkan maka tidak boleh sembarangan ke pembuangan sampah domestik (TPA Parit 6 Pangkalpinang), harus ada penanganan khusus," tukasnya. (hen/wb)




MEDSOS WOWBABEL
OPINI KITE