Soal Tumpang Tindih Aset, Pemkab Babar Minta Izin PT Timah Tbk untuk Cabut Plang

Kepala Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Kabupaten Bangka Barat, Abimanyu.(rul/wb)
Kepala Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Kabupaten Bangka Barat, Abimanyu.(rul/wb)

MUNTOK,www.wowbabel.com -- Kepala Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Kabupaten Bangka Barat, Abimanyu menyampaikan akan segera mencabut plang PT Timah Tbk yang berada di aset Pemkab Bangka Barat secara baik-baik dengan meminta izin terlebih dahulu kepada pihak PT Timah Tbk.

Abimanyu menyebutkan beberapa aset yang saat ini terdapat dua plang saling klaim aset antara Pemkab Bangka Barat dan PT Timah Tbk, yakni GOR Muntok, Lapangan Voli Muntok depan Kantor KPU Kabupaten Bangka Barat, dan Kantor Camat Muntok.

"Jadi gini kalau masalah aset dua-dua kan wajib mengamankan, kami juga menghormati mereka secara aturan wajib mengamankan aset yang ada di inventaris mereka," tutur Abimanyu, Jumat, (10/07/2020).

Begitupula dengan Pemkab Bangka Barat, kata Abimanyu memiliki kewajiban untuk mengamankan aset yang ada di inventaris Pemkab Bangka Barat.

"Kami memahami cuma memang waktu rapat terakhir dengan PT Timah Tbk kita sudah minta cabut dan mereka sudah bersedia,” imbuhnya.

"Kalau memang masih ada ya mungkin kami akan cabutkan seizin mereka, karena kita menghormatilah mereka mengamankan, kita juga mengamankan,” kata Abimanyu.

Dijelaskan Abimanyu, untuk permasalahan penyelesaian yang terkesan rebutan aset ini memang disebutnya tidak dapat dilakukan dengan waktu yang singkat.

"Yang jelas GOR, terus Kantor Camat Muntok. Kantor Camat Muntok itu lain persoalan lagi itu tapi asal muasalnya masih dengan PT Timah juga iya tumpang tindihlah, terus lapangan voli depan KPU, ada beberapa lagi masih dibawah sepuluh lokasi,” ungkap Abimanyu.

Abimanyu menuturkan aset yang saat ini diklaim juga oleh PT Timah Tbk adalah aset yang sampai saat ini digunakan Pemkab Bangka Barat dan menggunakan dana pemerintah dalam perawatan seperti pembersihan.

"Seperti lapangan depan KPU itukan kita pembiayaannya hanya pembersihan, kalau GOR itu saya belum cek itu apakah ada pembiayaan tapi itu yang jelas secara pemanfaatan kita yang memanfaatkan,” kata Abimanyu.

Abimanyu menuturkan untuk mengamankan aset ini agar bisa direbut dan tidak lagi diklaim pihak lain maka proses yang harus dilakukan adalah penyusunan dokumen, dan mengumpulkan saksi-saksi riwayat aset.

"Itu nanti kami kerjasama juga dengan pihak kejaksaan, mereka nanti yang memfasilitasi mendampingilah, tapi mereka juga sebagai kejaksaan juga karena ini sama sama satu BUMN, satunya lagi pemerintah daerah. Jadi mereka berdiri di tengah tapi kalau disini belum selesai mau tidak mau sampai ke pengadilan ketika sudah ada inkrah yang tetap baru salah satu harus mencabut inventarisnya," terang Abimanyu.

Ditambahkan Abimanyu, hingga saat ini pihaknay masih terus berkomunikasi dengan pihak PT Timah Tbk dan akan meminta izin untuk mencabut plang, sehingga terkesan tidak ada rebuta aset.(rul/wb)




MEDSOS WOWBABEL
OPINI KITE