Blogger, Traveler Sekaligus Pengusaha ini Bangga, Babel Menerapkan System Blokchain

Tim_Wow    •    Rabu, 15 Juli 2020 | 20:32 WIB
Nasional
Narliswandi Piliang.(wb)
Narliswandi Piliang.(wb)

MERAWANG,www.wowbabel.com -- Narliswandi Piliang, akrab dengan Iwan Piliang kagum bisa hadir di Universitas Bangka Belitung (UBB).  Iwan Piliang penggiat media sosial, blogger, traveler sekaligus pengusaha ini dari Jakarta hadir ke Bangka Belitung menyaksikan launching System Blokchain Sadai Industrial Park di Gedung Rektorat UBB, Rabu (15/7/2020).

Inisatif dari pengelola  Kawasan Industri (KI) Sadai memanfaatkan System Blokchain sebagai sebuah lompatan besar dalam hal memanfaatkan tekhnologi informasi dalam menjalankan bisnis. Apalagi ini pertama di regional Asean untuk sebuah kawasan industri.

"Kalau di pusat, saya merasa masih terlambat untuk mengantisipasi pertumbuhan teknologi  IT ini bagi pengembangan dan lompatan ekonomi. Saya merasa kagum sekali dan bangga bisa hadir di Universitas Bangka Belitung yang bisa melihat peluang yang besar ini,” ujar Iwan Piliang yang juga mantan wartawan usai acara launching.


Menurut Iwan Piliang, Blokchain berbeda dengan cryptocurrency yang dikenal selama ini. Blokchain sebuah sistem dengan data yang terintegrasi sangat efisien dalam menjalan bisnis.

“Ketika saya berada di posisi kawan-kawan netizen membayangkan bahwa Blockchain itu adalah cryptocurrency. Padahal Blockchain itu adalah sebuah sistem efisiensi yang terintegrasi untuk sebuah management  IT Base. Yang paling penting itu adalah efisiensi dan terintegrasi. Memang di dalam System Blokchain ada cryptocurrency tetapi crypto  hanya bagian kecil dari Blockchain,” tukasnya.

Iwan Piliang menambahkan langkah pengelola KI Sadai menerapkan Blokchain sebuah langkah visioner. Apalagi di KI Sadai sebagai sebuah kawasan yang terintegrasi dengan pelabuhan yang sudah ditetapkan pemerintah RI sebagai proyek strategis nasional (PSN) sehingga  menagemen yang berbasis IT mutlak dilakukan untuk mempercepat lompatan dan memasuki persaingan global.

"Sadai Port  dan Kawasan Industri ini sudah masuk dalam PSN  yang sudah memiliki Kepres (Keptusan Presiden) dan masuk dalam RPJMN 2020-2024. Kalau dilihat dari posisi geografis  Kawasan Sadai  menjadi arus pelayaran internasional. Kita fokuskan itu untuk mengoptimalkan pelabuhan agar  pelayaran kapal-kapal itu menjadi efisien masuk ke Indonesia melalui Sadai Port yang sudah menerapkan system Blockchain. Adminnya terintegrasi secara online  dan back end yang kuat melalui sebuah sistem yang baku,” kata Iwan Piliang.



MEDSOS WOWBABEL
OPINI KITE