Pengelola KI Sadai Manfaatkan System Blockchain

Vindyarto Presiden Direktur PT Ration Bangka Abadi (RBA) pengelola KI Sadai saat peluncuran System Blokchain Sadai Industrial Park di ruang Pertemuan Rektorat Universitas Bangka Belitung (UBB), Rabu (15/7/2020).(wb)
Vindyarto Presiden Direktur PT Ration Bangka Abadi (RBA) pengelola KI Sadai saat peluncuran System Blokchain Sadai Industrial Park di ruang Pertemuan Rektorat Universitas Bangka Belitung (UBB), Rabu (15/7/2020).(wb)

MERAWANG,www.wowbabel.com --Kawasan Industri Sadai di Kabupaten Bangka Selatan, Provinsi Bangka Belitung menerapkan sistem pengelolaan yang berbasis tekhnologi.  Sebab KI Sadai yang masuk dalam proyek strategis nasional (PSN) didesain untuk berkompetisi secara global.

“Karena KI Sadai didesain untuk berkompetisi secara global sistim  yang dibangun oleh pengelola kawasan industri  berbasis tekhnologi komunikasi yang menjadi tren global. Salah satunya sistem blokchain yang mulai berkembang di beberapa negara,” ungkap Vindyarto Presiden Direktur PT Ration Bangka Abadi (RBA) pengelola KI Sadai saat peluncuran System Blokchain Sadai Industrial Park di ruang Pertemuan Rektorat Universitas Bangka Belitung (UBB), Rabu (15/7/2020). 

Alasan pengelola KI Sadai untuk menerapkan system blokchain selain mengikuti perkembangan tekhlogi informasi, system blokchain memiliki kelebihan semua bidang pekerjaan karena data yang teritegrasi dalam satu admin.

“Inilah yang akan mempercepat lompatan dalam bisnis sekaligus efisiensi yang luar biasa. Bayangkan dalam mengelola KI Sadai ada 21 sub kontrak dengan berbagai bidang, kalau dikerjakan secara konvensional sangat memakan waktu, tenaga, dan biaya. Maka kita menggunakan sistem blokchain. Setelah membangun sistem ini, segera kita masuk pada pembangunan infrastruktur kawasan,” ujar Vindyarto.

System blokchain, kata Vindyarto  semua terintegrasi dalam satu admin akan membuat lompatan dalam ekonomi  karena lebih efisien dan cepat. 

“Kawasan Industri Sadai yang menerpakan sistem blokchain ini adalah yang pertama dan akan menjadi contoh di Indonesia,” tukas Vindyarto.

Dalam acara launching System Blokchain Sadai Industrial Park dihadiri Rektor UBB Dr Ibrahim  S.fil, Msi, Bupati Bangka Selatan Justiar Noer, Sekda Babel Naziarto, dan  Mr Xiong Dan CEO Houbi Indonesia dan Mr Max Ma dari Houbi Indonesia.

Sebelum launching Mr Xion Dan bersama Max Ma memaparkan tentang blockchain dihadapan peserta diskusi kalangan akademi UBB. 

Mr Max Ma menjelaskan blokchain sebuah sistem penyimpanana data digital yang terdiri dari banyak server. Dengan blokchain, sebuah transaksi tidak perlu lagi bergantung pada satu server. Awalnya blokchain digunaan dalam sektor keuangan sebagai jurnal yang terbuka, terdistribusi,  dan terdesentralisasi. Sistem yang terdesentralisasi membawa dampak yang positif berkat transparansi dan efisiensi yag disebebabkannya.

Langkah yang ditempuh oleh pengelola KI Sadai mendapat sambutan dari Pemerintah Provinsi Bangka Belitung. Gubernur Babel yang diwakili Naziarto berharap keberadaan KI Sadai yang sudah menggunkaan system blokchaian mampu mendorong percepatan pereknomian di Bangka Selatan dan Bangka Belitung umumnya.

Naziarto juga mengingatkan agar langkah yang dilakukan pengelola KI Sadai memperhitungkan semua dampak dari penggunaan tekhlogi  yang begitu cepat sehingga memeiliki manfaat yang besar bagi masyarakat dan daerah.

Harapan yang sama juga diungkapan Justiar Noer Bupati Bangka Selatan.

“Potensi sumber daya alam disandingkan dengan tekhnologi sistim blokchain ini bisa membawa pengaruh positif yang sangat besar untuk perkembangan daerah di Basel. Houbi Indonesia yang datang ke Babel menjadi titik awal yang baik. Selanjutnya tugas kita menyiapkan sumber daya manusia yang terampil dan memahami tekhnologi sistem blokchain ini,” kata Justiar.(wb)



MEDSOS WOWBABEL
OPINI KITE