Irham Sebut Hasil Musda V DPD Golkar Babel Tak Miliki Legitimasi

M Irham (mengenakan kaos coklat).(hen/wb)
M Irham (mengenakan kaos coklat).(hen/wb)

PANGKALPINANG, www.wowbabel.com -- Salah satu pimpinan sidang Musyawarah Daerah (Musda) V DPD Golkar di Bangka Belitung, M Irham, menyampaikan sikapnya terkait persoalan dalam berjalannya proses Musda lanjutan di DPP Golkar di Jakarta, Rabu (13/7/2020).

Irham mengatakan dalam proses Musda di DPP Golkar Pusat, sebagaimana diketahui bahwa pimpinan sidang telah mengambil kesimpulan tentang rekomendasi dan kesimpulan tentang dukungan tersebut berdasarkan dari pandangan umum.

"Yang mana semua orang sedunia ini tahu bahwa pandangan umum itu untuk menghakimi LPJ Ketua, diterima atau tidak diterima," tandasnya menyikapi persoalan yang terjadi pada hasil Musda DPD Golkar Bangka Belitung, Rabu (15/7/2020).

"Di dalam pandangan umum kemudian menyatakan dukungan kepada si A atau B ini sama saja kecap kita cecerkan di pinggir jalan, gak ada manfaatnya, gak punya legal standing," ungkap dia.

Ia pun memandang hasil Musda Partai Golkar Provinsi Kepulauan Bangka Belitung yang kemudian ditarik oleh DPP Golkar Pusat dan diselenggarakan di DPP tersebut tidak mempunyai legitimasi.

"Saya sebagai kader partai Golkar berharap para petinggi partai Golkar ini menggunakan akal sehat dan hati nurani. Ini partai besar, bukan partai kecil yang baru belajar berorganisasi. Ini menjadi bahan tertawaan seluruh partai politik di republik ini," tukasnya.

Selain itu, Ihram mengungkapkan pelaksanaan Musda di Jakarta adalah persidangan Musda yang dilanjutkan di DPP berdasarkan surat dari pimpinan sidang. Adapun kata dia, dirinya tidak pernah mengirimkan surat ataupun diajak oleh ketua pimpinan sidang untuk rapat menentukan lokasi tersebut.

Sementara itu, ia menjelaskan apa yang terjadi di dalam persidangan Musda yang dilakukan sebelumnya di Bangka Belitung dan terjadinya skorsing beberapa waktu lalu merupakan tahap laporan SC kepada pimpinan sidang. 

Berdasarkan laporan Steering Comitee (SC ) dari komite SC, menyampaikan bahwa ada dua calon yang menyampaikan pengajuan menjadi calon Ketua DPD Golkar Provinsi Bangka Belitung.

Adapun kemudian, kedua calon telah menyampaikan berkas-berkas yang juga dilengkapi rekomendasi-rekomendasi tertulis dan ber-kop surat baik dari DPD Kabupaten-kota dan lain-lainnya.

Dari hasil verifikasi SC yang mana memang merupakan kewenangan dari SC, kemudian menyampaikan kepada pimpinan sidang dari dua calon hanya ada satu calon yang memenuhi persyaratan untuk ditetapkan menjadi calon.

"Sehingga semestinya pada saat skorsing sidang dicabut, pimpinan sidang hanya menyampaikan bahwa kami menerima hasil verifikasi oleh Tim SC, dan pimpinan sidang karena saat calon yang lolos hanya satu orang dan calon tunggal dan pimpinan sidang tinggal menetapkan menjadi Ketua DPD," tukas Irham.(hen/wb)




TRENDING TOPICS
MEDSOS WOWBABEL