Kejari Babar Tetapkan Satu Tersangka Baru Kasus Korupsi Bank BPRS Muntok

Caption: Kepala Kejaksaan Negeri (Kejari) Kabupaten Bangka Barat Helena Octavianne. (rul/wb)
Caption: Kepala Kejaksaan Negeri (Kejari) Kabupaten Bangka Barat Helena Octavianne. (rul/wb)

MUNTOK,www.wowbabel.com-- Kepala Kejaksaan Negeri (Kejari) Kabupaten Bangka Barat ,Helena Octavianne menyampaikan tersangka baru yang terlibat dalam kasus korupsi Bank BPRS Cabang Muntok, Selasa, (21/07/2020).

Sebelumya, Kejari Bangka Barat telah menahab mantan Pimpinan Cabang Bank BPRS Muntok Hanum. Kejari menetapkan tersangka lainnya yakni mantan Kabag Operasional Bank BPRS Cabang Muntok yang berinisial M. 

"Kasus BPRS Cabang Muntok kemarin sudah ada tersangkanya hanum, kebetulan tersangka satunya menjabat sebagai Mantan Kabag Operasional jadi yang lainnya juga perempuan. Keterlibatan M ini sangat kental," ucap Helena. 

Sementara itu, Kasi Pidsus Kajari  Bangka Barat, Agung Dhedi Dwi Handes menjelaskan M adalah tersangka baru yang ditetapkan hari ini dan akan dilakukan pemanggilan untuk pemeriksaan nantinya.

"M ini berperan aktif dalam membuat dua rekening penampungan setoran nelayan, yang mana dua rekening penampungan setoran nelayan tersebut diatasnamakan satu nama PNS di Dinas Kelautan dan Perikanan Kabupaten Bangka Barat," terangnya. 

Agung mengatakan, setelah diperiksa saksi atas nama PNS tersebut mengaku tidak pernah membuat rekening tersebut. Menurutnya, ada peran aktif dari tersangka M dalam slip penandatanganan atas nama PNS tersebut ditandatangani oleh Tersangka M.

"Selanjutnya uang setoran nelayan yang ditampung didalam rekening tersebut justru diambil dan digunakan untuk kepentingan pimpinan cabang. Jadi ada rekayasa tandatangan yang dilakukan oleh oknum M tersebut," jelas Agung.

Lebih lanjut, Ia menjelaskan perkara kasus lain yang juga diperankan oleh M terhadap Korupsi Bank BPRS Cabang Muntok ini selain angsuran nelayan juga ada pembiayaan fiktif. 

"Peran oknum M ini sebagai bagian operasional dari pembiayaan fiktif tadi selain masuk ke rekening pribadi Mantan Pimpinan Cabang Hanum juga melakukan pemindahbukuan untuk membeli mobil Toyota Fortuner dan membayar rumah Mantan Pimpinan Cabang tersebut," jelasnya.

"Dari 48 pembiayaan fiktif sebagian dananya digunakan untuk menutupi dari uang yang diambil dari angsuran nelayan tadi," tutupnya. (rul/wb)



TRENDING TOPICS
MEDSOS WOWBABEL