Polisi dan Jaksa Selidiki Dugaan Korupsi DAK Rp 17 Miliar

Caption: Mayasari Kajari Basel (kiri) AKP Albert Daniel Tampubolon Kasat Reskrim Polres Bassl (kanan). (as/wb)
Caption: Mayasari Kajari Basel (kiri) AKP Albert Daniel Tampubolon Kasat Reskrim Polres Bassl (kanan). (as/wb)

TOBOALI, www.wowbabel.com --  Pemanfaatan Dana alokasi khusus (DAK) Tahun anggaran 2019 di Kabupaten Bangka Selatan (Basel) Provinsi Kepulauan Bangka Belitung (Babel) tengah disoroti penegak hukum setempat. Bahkan, disoroti langsung oleh dua penegak hukum Polisi dan Jaksa.

Satuan Reserse Kriminal Polres Basel melalui unit tindak pidana korupsi tengah melakukan penyelidikan dana DAK di Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Tahun anggaran 2019 senilai kurang lebih Rp 17 Miliar.

"Masih tahap penyelidikan dana DAK tahun 2019 di Dinas Pendidikan," ujar Kasat Reskrim Polres Bangka Selatan, AKP Albert Daniel Tampubolon , Selasa (7/7/2020) lalu.

Ia mengatakan, penyelidikan dilakukan karena ada informasi dugaan penyelewengan DAK fisik yang diperuntukkan untuk pembangunan infrastruktur sekolah.

"Penyelidikan kita lakukan karena adanya informasi penggunaan tidak sesuai sebagaimana mestinya. Sejauh ini ada empat orang kita lakukan pemeriksaan sesuai tugas dan fungsi masing-masing kegiatan. Kita juga bekerjasama dengan APIP (Aparat Pengawasan Intern Pemerintah--red) apakah memang terdapat penyelewengan dan menyebabkan kerugiaan negara," kata Albert.

Sementara itu, Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) Basel, Mayasari juga tengah melakukan penyelidikan dugaan penyalahgunaan dana alokasi khusus (DAK).

Hanya saja, Ia masih merahasiakan dinas mana yang dilakukan penyelidikan terkait  dana DAK tersebut. Namun, kata dia sudah 41 orang telah dimintai keterangan.

"Kita tengah melakukan penyelidikan kasus dugaan tindak pidana korupsi dana alokasi khusus (DAK). Karena baru lid (penyelidikan) dimananya belum bisa kami ekpose. Proses sudah berjalan dua bulan sejak saya disini. Sejauh ini baru sebatas pemanggilan untuk dimintai keterangan dan ada 41 orang telah dimintai keterangan," kata Mayasari kepada wartawan saat pres confrence laporan kinerja Kejari Basel Bulan Januari Sampai Juli 2020, Rabu (22/7/2020).

Ia menegaskan akan terus memantau perkembangan dugaan kasus tipikor dana DAK tersebut.

" Nilai 17 miliar, saya pantau terus dan kami bersungguh-sungguh. Perkembangan akan terus kami informasikan kepada teman-teman media," tukasnya. (as/wb)



MEDSOS WOWBABEL