Bawaslu Sebut KPU Salah Fatal Coklit Daftar Pemilih di Basel

Aston    •    Kamis, 23 Juli 2020 | 23:08 WIB
Pilkada
Sahirin, Ketua Bawaslu Basel. (Ist)
Sahirin, Ketua Bawaslu Basel. (Ist)

TOBOALI, wowbabel.com - Bawaslu Kabupaten Bangka Selatan (Basel) Provinsi Kepulauan Bangka Belitung (Babel) banyak menemukan kesalahan dalam proses pencocokan dan Penelitian (Coklit) daftar pemilih yang dilakukan oleh KPU.

Hal itu ditemukan Bawaslu usai melakukan monitoring pengawasan pencocokan dan penelitian (coklit) daftar pemilih di tiga Kelurahan dan satu Desa di Kecamatan Toboali Kabupaten Bangka Selatan, Rabu (22/7/2020) sore kemarin.

"Setelah satu pekan dilakukan giat Pencocokan dan Penelitian (Coklit) daftar pemilih, kami melakukan monitoring dan pengawasan, dan hasil pengawasan dan monitoring yang kami lakukan di tiga Kelurahan (Toboali,Ketapang,danTeladan) dan satu Desa di Kecamatan Toboali ditemukan kesalahan dalam penyusunan A-KWK," kata Sahirin, Kamis (23/7/2020).

Hal itu ditemukan  Bawaslu berdasarkan hasil pengawasan ke lapangan dan juga pengakuan langsung dari Petugas Pemutakhiran Data Pemilih (PPDP).

“Setelah kami melakukan pengawasan ke lapangan terhadap proses pencocokan dan penelitian yang dilakukan oleh PPDP kami menemukan bahwa telah terjadi kesalahan penyusunan yang dilakukan oleh KPU Kabupaten Bangka Selatan di tiga Kelurahan dan satu Desa pada Kecamatan Toboali,"  Ungkap Sahirin

Hal itu sangat disesalkan oleh Bawaslu, mengingat kata Sahirin, sebelumnya telah dilakukan singkronisasi oleh KPU Kabupaten Bangka Selatan. Bahkan, kesalahan tersebut dinilai kesalahan fatal yang dilakukan oleh KPU.

“Hal ini merupakan kesalahan fatal, dimana berdasarkan PKPU Nomor 19 Tahun 2019 Pasal 10 menyatakan bahwa dalam penyusunan daftar pemilih dengan tidak menggabungkan pemilih dari kelurahan/desa atau nama lain yang berbeda pada TPS yang sama, sedangkan pada faktanya berdasarkan hasil pengawasan serta wawancara yang telah kami lakukan dengan PPDP terdapat banyak kejadian tersebut di tiga kelurahan dan satu desa pada kecamatan toboali," bebernya.

Menurut Sahirin, kesalahan tersebut menyebabkan kesulitan operator data pemilih dalam menginput data-data hasil pencocokan dan penelitian,  padahal giat coklit telah berjalan selama sepekan.

“Tahapan Coklit ini penting agar bisa memastikan DPT Pilkada 2020 yang akuntabel dan valid, karena setiap pemilu daftar pemilih selalu menjadi masalah, oleh karena itu kami selaku Bawaslu  sangat ketat dalam melakukan pengawasan terhadap pemutakhiran daftar pemilih ini," tegasnya.

Ia mengimbau agar KPU lebih cepat dalam menindaklanjuti permasalahan tersebut.  (Astoni/wb)



MEDSOS WOWBABEL