Incumbent Diujung Tanduk (Bagian 2)

Ranto dalam acara Wow Speak Up di kantor wowbabel Pangkalpinang, Kamis (23/7/2020) malam. (Muri/wowbabel)
Ranto dalam acara Wow Speak Up di kantor wowbabel Pangkalpinang, Kamis (23/7/2020) malam. (Muri/wowbabel)


Dari data diatas memberikan informasi beberapa hal. Pertama, di periode 2007-2008 semua incumbent yang mencalonkan kembali di berbagai daerah di Babel yang melaksanakan pilkada berhasil menjadi pemenang dalam mendapatkan dukungan politik dari masyarakat di daerahnya masing-masing. 

Selanjutnya, di periode pilkada tahun 2010, incumbent mulai berguguran melawan penantangnya. Di Bangka Barat misalnya, Parhan Ali (bupati incumbent) harus kalah dengan Zuhri (yang juga wakil bupati incumbent). Di Bangka Tengah, Abu Hanifah (Bupati Incumbent) juga tidak mampu bersaing dengan penantangnya yakni Erzaldi yang merupakan wakil bupati incumbent ketika itu. Di Bangka Selatan, Justiar Noer (bupati incumbent) juga kalah dengan wakilnya Jamro (wakil bupati incumbent).

Berikutnya, di periode tahun 2012-2013 untuk pemilihan gubernur incumbent Eko Maulana Ali berhasil mempertahankan kekuasaannya dari para pesaing yang berkomptisi. Sementara untuk pilkada Bangka incumbent kalah. Sedangkan di Pangkalpinang, pada 2013 tidak ada incumbent yang ikut berkompetisi.

Terakhir, sebanyak 7 pelaksanaan pilkada di Babel dalam kurun waktu tahun 2015-2018 yang memberikan catatan bahwa hanya 2 incumbent yang berhasil mempertahankan kursi kekusaannya yakni Erzaldi di Bangka Tengah dan Sahani Saleh di Belitung. Sementara di Bangka Barat, Zuhri yang merupakan incumbent dikalahkan oleh mantan incumbent yakni Parhan Ali. Begitu juga dengan di Bangka Selatan, incumbent Jamro dikalahkan oleh Justiar Noer yang juga mantan bupati incumbent. Di Belitung Timur, incumbent Basuri Tjahja Purnama selaku incumbent dikalahkan oleh penantangnya yakni Yuslih Ihza.

Dari catatan tadi, jatuh bangun incumbent dalam mempertahankan jabatannya lebih didominasi oleh kekalahan dibadingkan dengan kemenangan.Dalam satu dekade terakhir—dari awal pelaksanaan pilkada dilakukan sejak tahun 2005-2015—incumbent memulai kehilangan pesonanya di kalangan pemilih.


Pertaruhan Terakhir Incumbent

Lalu, bagaimana dengan kondisi terkini? Apakah peluang incumbent dalam memenangkan pemilihan juga masih sama? Atau, pilkada serantak 2020 kali ini menjadi pesta demokrasi yang “keramat” bagi incumbent.

Berdasarkan survey yang dilakukan oleh Ranto—Peneliti Demokrasi dan Pemilu di Bangka Belitung—di 3 Kabupaten yang akan melaksanakan Pilkada 2020 yakni Bangka Barat, Bangka Tengah dan Bangka Selatan—posisi incumbent di ujung tanduk. Temuan survey ini dipaparkan langsung oleh Ranto dalam rilis survey “Persepsi dan Ekspektasi Masyarakat Menjelang Pilkada 2020” yang proses pengumpulan data lapangan mulai dilakukan pada tanggal 4 Juni 2020 – 17 Juli 2020 di 3 Kabupaten. Proses pengumpulan data dilakukan dengan wawancara tatap muka secara langsung oleh tim surveyor yang terlatih. Adapun total masyarakat yang berhasil di wawancarai sebanyak 1.476 dari rencana semula 1.480 responden. Ada 4 responden yang tidak bisa di wawancarai di Bangka Selatan, yakni responden di Desa Sengir karena semua warga menolak dengan alasan takut terpapar covid 19. Metode survey menggunakan metode standar yakni Multistage Random Sampling, dengan estimasi margin eror +- 4,8%.

Berdasarkan survey tersebut, Ranto menyebutkan bahwa tingkat kepuasan masyarakat terhadap kinerja bupati incumbent tidak terlalu menggembirakan.


Dari data tersebut, kepuasan terhadap kinerja bupati incumbent secara umum memprihatinkan. Hanya di Bangka Tengah kinerja bupati Ibnu Saleh dianggap cukup memuaskan sebanyak 41,8%. Sedangkan di Bangka Selatan masyarakat mengaku puas terhadap kinerja pemerintah daerah saat ini hanya 26,1%. Tidak jauh berbeda dengan kondisi di Bangka Barat yang hanya 25,2% publik di bumi Sejiran Setason mengaku puas dengan kinerja bupatinya saat ini.

Angka ini tentu saja bisa dijadikan patokan awal untuk melihat peluang incumbent dalam memenangkan kompetisi politik pada pilkada 2020 nanti.Bahkan, jika dicermati, kinerja incumbent di Bangka Tengah cukup turun signifikan bila dibandingkan dengan survey yang kami lakukan di periode sebelum COVID-19 menjadi isu utama di Indonesia dan dunia.

Lalu, bagaimana hubungannya fenomen COVID-19 dalam menurunkan kepuasan kinerja bupati yang sedang menjabat?. (Bersambung...)




TRENDING TOPICS
MEDSOS WOWBABEL