Belum Ditemukan Pelanggaran Verifikasi Faktual Calon Perseorangan di Basel

Hafiz Wow    •    Jumat, 24 Juli 2020 | 14:05 WIB
Pilkada
Caption: Konferensi Pers Bawaslu Babel, Kamis (23/7/2020). (fiz/wb)
Caption: Konferensi Pers Bawaslu Babel, Kamis (23/7/2020). (fiz/wb)

PANGKALPINANG, www.wowbabel.com-- Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Provinsi Bangka Belitung menyampaikan belum ada temuan pelanggaran dalam verifikasi faktual bakal calon perseorangan Pilkada Bangka Selatan 2020. 

Koordinator Divisi Penanganan Pelanggaran Bawaslu Provinsi Babel, Jafri menyampaikan dari hasil pengawasan verifikasi perseorangan hingga saat ini jajaran Bawaslu Bangka Selatan belum menemukan laporan dan temuan pelanggaran yang terjadi dilapangan.

"Sesuai tugas dan kewenangan Bawaslu dalam mengawasi hasil verfak bakal calon perseorangan ini akan menindaklanjuti jika ada temuan dan laporan, sampai hari ini tidak ada baik laporan maupun temuan, yang pasti sampai saat tidak ada persoalan terkait potensi pelanggaran yang ada di verifikasi faktual bakal calon perseorangan di Bangka Selatan," kata Jafri saat konferensi pers, Kamis (24/07/2020).

Koordinator Divisi Pengawasan dan Antar Lembaga, Andi Budi Yulianto menyampaikan dari hasil verifikasi faktual bakal calon perseorangan di Pilkada Bangka Selatan, dari jumlah syarat dukungan ada temuan 3.152 pendukung yang tidak bisa ditemui.

"Dari hasil koordinasi, ternyata memang tetap juga tidak bisa ditemui. Disebabkan pekerjaan pendukung sebagian nelayan dan lainnya sehingga tidak ada ditempat. Masih ada kesempatan paslon untuk bisa mengumpulkan pendukung yang bersangkutan untuk hadir di PPS, jika tidak hadir dan tidak bisa perifikasi maka tidak memenuhi syarat (TMS)," jelasnya. 

Sementara itu, Koordinator Divisi Penyelesaian Sengketa Bawaslu Babel, Firman Pardede menyampaikan,  dengan adanya bakal calon perseorangan di Bangka Selatan menjadi satu hal fokus untuk menyiapkan diri dalam mengawasi karena prinsip keadilan dalam pemilu itu sangat penting.

"Kami menerapkan pengawasan melekat sejak awal, Bawaslu Babel selalu melakukan supervisi dan monitoring dalam kegiatan yang dilakukan oleh Bawaslu Bangka Selatan, mulai hari ini sampai tanggal 27, bakal paslon ini diberikan kesempatan oleh KPU untuk memenuhi kekurangan syarat dukungan, yang 1.388 itu dan sesuai dengan PKPU harus dikali dua jadi ada punishment nya, maka menjadi 2.776," ujarnya.

Firman mengatakan, dalam proses tahapan pemilu biasanya terjadi sengketa, jadi Bawaslu Provinsi Babel sudah menyiapkan diri untuk melakukan pencegahan agar tidak terjadi sengketa.

"Tetapi jika ada sengketa dalam proses pemilihan di Bangka Selatan, Bawaslu dan jajaran juga sudah mempersiapkan diri menerima permohonan sengketa yang timbul terhadap penetapan hasil KPU di pilkada Bangka Selatan. Kita juga mendeteksi dini potensi kemungkinan  sengketa mungkin muncul, sampai sedemikian kita mencoba melakukan untuk pemilu di empat Kabupaten berjalan baik dan berkeadilan," terang Firman.

Firman menjelaskan, dalam aturan Paslon diperbolehkan mengajukan sengketa jika terjadi kerugian atas hasil yang ditetapkan KPU. Demikian berkaca dari pemilihan 2019, sangat mungkin KPU melakukan kesalahan dalam proses tahapan penyelenggaraan pemilu. Kemudian dalam proses Pilkada serentak di empat Kabupaten di Bangka Belitung tentu ada potensi sengketa terjadi. (fiz/wb)



MEDSOS WOWBABEL
OPINI KITE