Buat Disertasi Tentang Kawasan Industri Sadai, Bupati Basel Resmi Raih Gelar Doktor

Aston    •    Selasa, 28 Juli 2020 | 15:49 WIB
Lokal
Caption: Bupati Bangka Selatan, Justiar Noer bersama istri, Ekawati Justiar saat mengenakan toga. (as/wb)
Caption: Bupati Bangka Selatan, Justiar Noer bersama istri, Ekawati Justiar saat mengenakan toga. (as/wb)

JAKARTA, www.wowbabel.com -- Bupati Kabupaten Bangka Selatan (Basel) Provinsi Kepulauan Bangka Belitung (Babel), Justiar Noer resmi menyandang gelar doktor (S3) di Institut Pemerintahan Dalam Negeri,  Selasa (28/7/2020).

Justiar Noer dianugerahi gelar Doktor di bidang Ilmu Pemerintahan setelah dinyatalan lulus sidang promosi pada 12 Desember 2019 yang lalu.

"Alhamdulillah, hari ini dengan diwisuda saya mendapat penghargaan Gelar Doktor  Bidang Ilmu Pemerintahan dari Institut Pemerintahan Dalam Negeri," ujar Justiar Noer kepada wowbabel.com, di Jakarta.

Gelar yang diraihnya, tak lepas dari keberhasilan Justiar mewujudkan pembangunan berbasis kawasan, yakni Kawasan Industri di Sadai, Kecamatan Tukak Sadai Bangka Selatan.

Dalam disertasinya, Justiar Noer mengambil tema terkait kawasan Industri Sadai, yakni 'Analisis Implementasi Kebijakan Pengembangan Kawasan Industri Terpadu Pelabuhan Tukak Sadai' di Kabupaten Bangka Selatan Provinsi Kepulauan Bangka Belitung.

Seperti diberitakan sebelumnya, yang menjadi alasan Justiar mengangkat tema kawasan industri  untuk merefleksi apa yang telah ia rencanakan dalam membangun kawasan industri.

"Program doktor ini kan sebenarnya hanya formalitas seperti apa refleksi daripada yang saya pikirkan selama ini terhadap KIS, dan sekarang saya elementasikan dari segi pemerintahan seperti apa," kata Justiar

Lanjutnya, berdasarkan geo strategis, geo ekonomis dan geo politis, potensi yang dimiliki Bangka Selatan sangat potensial untuk dikembangkan kawasan industri. Namun, dengan keterbatasan APBD, maka perlu strategi pemerintahan guna mewujudkan kawasan industri yang diharapkan dapat mendongkrak perekonomian daerah serta menciptakan lapangan kerja.

"Tidak mungkinlah APBD mampu membiayai semua orang, ingin bangun Industri, jembatan atau apa tidak ada anggaran APBD dan ini yang kita pikirkan, melalui kawasan industri, maka uang pemerintah yang kecil ini tapi kita bisa mensuplai kepentingan masyarakat melebihi daripada angka itu (APBd--red). Dan pengembangan ini kawasan industri  selaras dengan pemerintah pusat," tukas Justiar. (as/wb)



MEDSOS WOWBABEL
OPINI KITE