Ini Penjelasan Disnaker Kota Pangkalpinang Soal Nasib Pekerja yang Dirumahkan

Kabid Dinas Penanaman Modal Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) dan Tenaga Kerja Kota Pangkalpinang, Amrah Sakti.(hen/wb)
Kabid Dinas Penanaman Modal Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) dan Tenaga Kerja Kota Pangkalpinang, Amrah Sakti.(hen/wb)

PANGKALPINANG,www.wowbabel.com -- Sejak pandemi Covid-19 berlangsung dimana sejumlah pekerja terpaksa harus dirumahkan dan terkena PHK oleh perusahaan. Di Kota Pangkalpinang sendiri, berdasarkan dari data Dinas Ketenagakerjaan Kota Pangkalpinang hingga kini tercatat sebanyak 1.014 orang pekerja dirumahkan dan 155 orang di PHK. 

Namun, bagaimana nasib para pekerja yang telah dirumahkan tersebut akankah ada kejelasan dan harapan yaitu berupa pemanggilan dari pihak perusahaannya untuk kembali dipekerjakan. 

Mengenai hal itu, Kabid Dinas Penanaman Modal Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) dan Tenaga Kerja Kota Pangkalpinang, Amrah Sakti menjelaskan, para pekerja yang dirumahkan tersebut ada dua kemungkinan. Pertama, jika setelah kondisi membaik atau normal akan dipekerjakan kembali. 

"Ataupun jika dia sudah lebih dari batas enam bulan, maka boleh kasih dua pilihan, pilihannya mau diteruskan hubungan kerjanya atau selesai, diberhentikan," ungkapnya, Rabu (29/7/2020). 

Dari jumlah pekerja yang dirumahkan sejak akhir bulan Mei hingga saat ini mencapai 1.014 orang itu, DPMPTSP Tenaga Kerja Kota Pangkalpinang pun memberikan batas waktu bagi perusahaan merumahkan karyawannya tersebut selama enam bulan. 

"Kalau kami hitung yang mulai merumahkan itu rata-rata di bulan Mei. Ada yang di bulan April tapi sempat menerima gaji dulu. Kami memberikan batas waktu untuk dirumahkan itu selama 6 bulan, ini kan belum," tutur Amrah. 

"Kalau untuk pemanggilan bahwa dia sudah harus bekerja kembali itu tergantung dengan kondisi operasional perusahaannya. Kalau dirasakan sudah cukup yang artinya bisa untuk operasional lagi, ya silakan dipanggil lagi," tukasnya. (hen/wb)



MEDSOS WOWBABEL
OPINI KITE