Pilkada Bangka Barat 2020: Selama Proses Coklit di Bangka Barat, Ini Temuan PPDP

Komisioner KPU Kabupaten Bangka Barat Divisi Data dan Informasi, Henny Afriana SP MSi.(rul/wb)
Komisioner KPU Kabupaten Bangka Barat Divisi Data dan Informasi, Henny Afriana SP MSi.(rul/wb)

MUNTOK,www.wowbabel.com -- Komisioner KPU Kabupaten Bangka Barat Divisi Data dan Informasi Henny Afriana SP Msi menyampaikan setelah dilakukan pencoklitan data pemilih sejauh ini di lapangan ada berbagai permasalahan ketidak cocokan data yang ditemukan oleh Petugas  Pemutakhiran Data Pemilih (PPDP).

Saat ditemui wowbabel, Rabu (29/07/2020), di Kantor KPU Bangka Barat, Henny menjelaskan tahapan pencoklitan dan perbaikan data pemilih ini dilakukan dari tanggal 15 Juli 2020 hingga 13 Agustus 2020.

Sedangkan hasil persentase yang sudah dicoklit untuk sejauh ini pertanggal 24 Juli 2020 yaitu Kecamatan Muntok sebesar 52,19%,  Kecamatan Simpang Teritip sebesar  54,14%, Kecamatan Jebus sebesar 65,76%, Kecamatan Kelapa Sebesar 32,8%, Kecamatan Tempilang sebesar 52,32%, dan Kecamatan Parittiga sebesar 46,97%.

"PPDP menemukan pertama di lapangan data yang cocok artinya pemilih yang memang datanya yang sudah sesuai," kata Henny.

Henny menyebutkan data pemilih yang cocok banyak ditemukan dan rata-rata semua yang dicoklit sesuai dengan data yang ada.

"Namun yang kedua ada ditemukan kategori dicoret artinya seperti meninggal, ganda, pindah domisili, tidak dikenal, TNI/Polri, ataupun bukan penduduk setempat itu akan kita coret," imbuh Henny.

Ditambahkan Henny untuk kategori dicoret ini ada ditemukan di lapangan tapi belum bisa dipastikan ada berapa banyak jumlah data yang dicoret sejauh ini karena proses pencoklitan terus berlangsung.

"Terus ada ditemukan juga kategori tambah artinya yaitu pemilih baru itu yang usianya sudah 17 tahun sebagai pemilih pemula, terus status dari TNI/Polri sudah pensiun menjadi sipil, ataupun yang memang sudah pindah domisili ke kita yang punya KK dan KTP elektronik kita,” ungkap Henny.

"Ada juga ditemukan yang kategori ubah data artinya ada perubahan elemen data seperti status, tanggal lahir, terus ada yang belum merekam dan sudah merekam yang dirubah elemen datanya," imbuh Henny.

Henny juga mengatakan meskipun tidak banyak tapi di lapangan memang tetap ada ditemukan data-data yang tidak cocok dari para calon pemilih untuk Pilkada 2020 ini.

"Jadi mulai dari ubah data itukan menandakan datanya tidak cocok, dari status belum menikah jadi menikah itu berartikan datanya tidak cocok ada disitu salah tempat tanggal lahir,"  ujarnya.

Dikatakan Henny, proses perbaikan sekarang juga dilakukan dengan input di tingkat PPDP menyampaikan ada kesalahan langsung ubah data nanti langsung diinput entry data yang sudah benar.

"Karena disini poin coklit artinya pencocokan dan penelitian. Jadi ada data yang belum cocok,” imbuhnya.

Henny mengimbau agar masyarakat sebagai pemilih dapat pro aktif mengecek datanya sendiri sebagai pemilih dan bisa juga melalui link www.lindungihakpilihmu.KPU.go.id.(rul/wb) 




TRENDING TOPICS
MEDSOS WOWBABEL