Ekonomi Babel Tumbuh Lebih Rendah 1,67 persen di 2020

Gubernur Babel menyampaikan nota kesepakatan rancangan Kebijakan Umum Perubahan Anggaran (KUPA) serta Prioritas dan Plafon Anggaran Sementara Perubahan (PPAS-P) tahun 2020, di Ruang Rapat Paripurna DPRD Provinsi Kepulauan Babel, Kamis (30/7/2020). (Rafiq)
Gubernur Babel menyampaikan nota kesepakatan rancangan Kebijakan Umum Perubahan Anggaran (KUPA) serta Prioritas dan Plafon Anggaran Sementara Perubahan (PPAS-P) tahun 2020, di Ruang Rapat Paripurna DPRD Provinsi Kepulauan Babel, Kamis (30/7/2020). (Rafiq)

PANGKALPINANG, wowbabel.com - Gubernur Babel, Erzaldi Rosman menyebutkan pertumbuhan ekonomi Babel diperkirakan tumbuh lebih rendah bila dibandingkan tahun sebelumnya yaitu 1,67 persen di tahun 2020.

"Tingkat pengangguran sejak ditetapkan Covid-19 sebesar 3,41 persen, mengalami penurunan 0,21 persen jika dibandingkan bulan Agustus 2019, namun demikian pertimbangan kondisi ekonomi daerah saat ini serta dampak lainnya dari Covid-19. Maka TPT 2020 diperkirakan meningkat menjadi 5,42 persen, lebih tinggi perkiraan sebelumnya sebesar 3,50 persen," ungkapnya dalam kegiatan rapat paripurna penyampaian nota kesepakatan rancangan Kebijakan Umum Perubahan Anggaran (KUPA) serta Prioritas dan Plafon Anggaran Sementara Perubahan (PPAS-P) tahun 2020, di Ruang Rapat Paripurna DPRD Provinsi Kepulauan Babel, Kamis (30/7/2020).

Rapat paripurna kali ini dibuka oleh Wakil Ketua DPRD Amri Cahyadi, dihadiri oleh Ketua DPRD Didit Srigusjaya, para anggota dewan sebanyak 27 orang, Forkopimda Babel, kepala SKPD provinsi, dan undangan lainnya. 

Dalam sambutan Gubernur Erzaldi yang dibacakan oleh Wagub Abdul Fatah menjelaskan, kebijakan umum perubahan APBD 2020 meliputi perubahan asumsi dasar yang digunakan untuk menyusun kebijakan pendapatan daerah, kebijakan belanja daerah, dan kebijakan pembiayaan daerah. 

Menurutnya, hal penting yang mendasari terjadinya perubahan asumsi dasar yang digunakan dalam menyusun KUPA dan PPAS-P antara lain perubahan asumsi perkiraan laju pertumbuhan ekonomi baik secara global maupun nasional mengalami perlambatan dampak dari Covid -19, yang dapat memberikan pengaruh terhadap penurunan kinerja di sektor pariwisata dengan kebijakan lockdown beberapa negara dan kebijakan masyarakat melakukan social/physical distancing



MEDSOS WOWBABEL
OPINI KITE