Pemkot Akui Ada Mis Komunikasi Data Penerima BTS di Pangkalpinang

Kadinsos Kota Pangkalpinang, Rika Komarina. (Hendri/wowbabel)
Kadinsos Kota Pangkalpinang, Rika Komarina. (Hendri/wowbabel)

PANGKALPINANG, wowbabel.com - Dinas Sosial Kota Pangkalpinang mengakui adanya terjadi mis komunikasi maupun carut marut, terkait data masyarakat yang mendapatkan bantuan sosial atau penerima Bantuan Sosial Tunai (BST) di Kota Pangkalpinang.

Bahkan, juga terdapat penerima BST memiliki kendaraan beberapa kendaraan bermotor bahkan mobil.

Menurut Kadinsos Kota Pangkalpinang, Rika Komarina, persoalan tersebut tidak hanya terjadi di Kota Pangkalpinang, namun juga terjadi hampir di seluruh wilayah Indonesia.

Hal itu diungkapkan Kadinsos Kota Pangkalpinang Rika Komarina ketika menjawab pertanyaan mahasiswa soal carut marut dan juga terjadinya mis komunikasi disaat pembagian bantuan serta apakah data dapat dipertanggungjawabkan, dalam webinar dengan tema Tinjauan Ulang Pemanfaatan BST di Bangka Belitung yang diselenggarakan oleh Ikatan Mahasiswa Bangka (ISBA) Bandung, Rabu (29/7/2020).

Dia menjelaskan, data awal untuk penerima BST tersebut terdapat dua data yang dimintai oleh Kementerian. Pertama adalah data yang bersumber dari kementerian yaitu Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS).

"Dari kuota kita yang 7.112 plus data tambahan itu. Data DTKS yang dikeluarkan kementerian adalah 3 ribu lebih. Pada saat itu memang terjadi mis komunikasi antara Kementerian Sosial melalui pusdatin-nya dengan Dinas Sosial artinya Pemkot Pangkalpinang. Bukan hanya Pangkalpinang, tetapi di seluruh Indonesia terjadi mis komunikasi," ungkap dia.

"Kenapa, pada saat mereka memberikan data DTKS yang mereka sampaikan itu kita lakukan verifikasi dan validasi data. Nah, pada saat itulah terjadi mis komunikasi," lanjut Rika.



MEDSOS WOWBABEL
OPINI KITE