Siapa yang Akan Mengelola LTJ Babel ?

Tim_Wow    •    Minggu, 02 Agustus 2020 | 13:53 WIB
Nasional
ilustrasi
ilustrasi

PANGKALPINANG, wowbabel.com - Pengembangan Rare Earth atau Logam Tanah Jarang (LTJ) yang memiliki potensi terbesar di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung (Babel) kjini berada di tangan Menko Kemaritiman Luhut Binsar Pandjaitan dan Menhan Prabowo Subianto. Keduanya memberikan sinyal pengelolaan LTJ ke dua negara maju yakni AS dan China.

Menko Maritim dan Investasi, Luhut Binsar Pandjaitan mengatakan sudah menawarkan ke negara-negara yang siap menjadi investor, seperti Amerika Serikat (AS). Namun untuk saat ini investor yang sudah siap adalah China. 

"Ini kita juga memang dilematis, karena rare earth kan paling banyak diproduksi di Tiongkok, Amerika sendiri begitu di banned oleh Tiongkok itu kelabakan juga. Nah investor yang paling capet sekarang itu Tiongkok, nah kalau kita semua kasih Tiongkok nanti semua mental," kata Luhut dalam diskusi virtual, seperti dikutip minggu (02/08/2020).

Saat ini, kata Luhut, pihaknya sedang mencari investor lain selain China, agar negara lain berkesempatan untuk mengembangkan tanah jarang ini. 

"Jadi kita ya memelihara ekuilibrium kita cari investor, apakah Amerika mau, kita coba atau yang lain. Jadi kita harus melihat nasional interest kita, tidak sekedar hanya terima orang datang investasi, tidak begitu ceritanya. Ada perhitungan strategi kita, pertimbangan geopolitik sebelum memutuskan itu dan seberapa banyak yang akan kita berikan, nggak akan kita berikan semua," ungkapnya.

Usulan penggunaan rare earth sebagai bahan pembuatan senjata merupakan hasil pembicaraan antara Menko Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan bersama Menteri Pertahanan Prabowo Subianto. Daerah yang memiliki potensi terbesar logam tanah jarang ini adalah  Bangka Belitung. 

"Ini adalah mineral-mineral yang sangat memiliki potensi untuk ketahanan negara kita," ungkap Erzaldi ditemui di gedung Mahkamah Konstitusi (MK), Jakarta, Jumat (10/7/2020) dilansir CNBC Indonesia.

Gubernur mengklaim, Prabowo sudah mendiskusikan potensi besar tanah jarang bersama Presiden Joko Widodo. 

"Alhamdulillah dengan Pak Prabowo sudah menindaklanjuti ke Pak Presiden, dan kita tunggu nanti kebijakan dari pemerintah," tukas Erzaldi.



TRENDING TOPICS
MEDSOS WOWBABEL