Beredar di Grup WA, Dugaan Pungutan di SMPN 1 Pangkalpinang

Ilustrasi. (ist)
Ilustrasi. (ist)

PANGKALPINANG,www.wowbabel.com -- Pihak SMP Negeri 1 Kota Pangkalpinang membantah telah ikut serta atau berperan terkait dugaan pungutan uang iuran kepada wali murid sebesar Rp 2.231.200 dengan alasan untuk membeli buku, kursi dan meja sekolah. 

Baca Juga: Dugaan Pungutan di SMPN 1 Pangkalpinang, Disdikbud Tunggu Klarifikasi Grup Bina Lingkungan

Dugaan adanya pungutan ini mencuat dari obrolan grup Whatsapp Bina Lingkungan yang kini beredar di masyarakat. Terdapat sejumlah wali murid yang mengeluh terkait kejelasan uang yang telah mereka bayarkan.

Ini beberapa percakapan yang ada digrup tersebut:

"Maaf bu, belum ada kabar ya buat anak-anak kita," tanya salah satu kontak di dalam grup tersebut. 

"Iya bu gimana belum ada juga grup paguyubannya. Padahal kita sudah bayar kan," sambut kontak lainnya. 

"Aok kenapa SMP 1 dak jelas sampai hari ini padahal kita sudah bayar semua uang kelas sudah ada dibagi tapi kok tidak ada juga sepi hari ini," tulis kontak lainnya. 

"Dimana duit kite ok?" tambah kontak lainnya. 

Kepala SMPN 1 Pangkalpinang, Ristina mengklaim tidak mengetahui persoalan sumbangan ataupun pungutan uang buku dan kursi sekolah yang dibahas di WAG Kelas Bina Lingkungan. Dia kembali memastikan tidak memiliki urusan dan tergabung di dalam grup itu. 

"Jadi terkait WA yang masuk ke saya, itu saya tidak tahu menahu. Di dalam grup WA itu saya juga tidak ikut serta di dalam grup. Grup itu dibentuk oleh orang tua yang ikut dalam Kelas Bina Lingkungan," ungkap Ristina ketika dikonfirmasi, Senin (3/8/2020). 

"Kami tidak ada urusan dengan itu, kami pihak sekolah tidak turut campur dalam masalah di grup itu. Saya tidak mau di grup itu," tegas Ristina. 

"Itu bukan komite, jadi setahu saya yang di grup itu adalah orang-orang Bina Lingkungan," imbuh Ristina. 

Namun dirinya tidak menampik terbentuknya grup tersebut. Kata Ristina, sebelumnya para pengurus yang tergabung dalam Kelas Bina Lingkungan pernah memberitahukan kepada pihak sekolah akan menyelesaikan persoalan terkait kekurangan mobiller sampai nanti bantuan itu terealisasi. 



MEDSOS WOWBABEL