Ekspor Cangkang Sawit ke Jepang, PT BAS Berupaya Aktifkan Pelabuhan Tanjung Gudang

Dwi H Putra    •    Senin, 03 Agustus 2020 | 17:44 WIB
Lokal
Ekspor cangkang sawit melalui Pelabuhan  Tanjung Gudang, Belinyu.(dwi/wb)
Ekspor cangkang sawit melalui Pelabuhan Tanjung Gudang, Belinyu.(dwi/wb)

BELINYU, wowbabel.com -- Upaya untuk mengaktifkan kembali Pelabuhan Tanjung Gudang Kecamatan Belinyu Kabupaten Bangka, Provinsi Kepulauan Bangka Belitung (Babel) sebagai pelabuhan nasional dan internasional seperti zaman dulu, PT Budi Agri  Sejahtera (BAS) melakukan ekspor cangkang kelapa sawit ke Jepang. 

Konsultan PT BAS, Yudhie Irfan, mengatakan cangkang kelapa sawit yang akan digunakan sebagai bahan bakar tenaga listrik energi  terbarukan di Jepang, sehingga ini merupakan salah batu loncatan bagi Provinsi Babel dalam meningkatkan perekonomian dan pendapatan bagi negara dan masyarakat sekitar.

"Kontrak ekspor ini sebanyak 30 ribu metrik ton, maka dalam setahun akan dilakukan pengiriman sebanyak tiga kali dengan kapasitas sebanyak 10.000 ton per sekali ekspor," kata Yudhie di Belinyu, Senin (3/8/2020). 

"Bahan baku sendiri dikumpulkan dari beberapa pabrik sawit yang ada di Bangka dan sekitarnya," ujarnya. 

Yudhie melanjutkan ekspor cangkang sawit ini seharus dilaksanakan pada bulan Maret lalu, namun disebabkan pandemi Covid-19 maka kegiatan harus diundurkan hingga Agustus ini. 

"Dalam pelaksanaannya kami juga tetap mengikuti aturan dan ketentuan berlaku terkait protokol kesehatan Covid-19, dengan melakukan pengecekan dan pemeriksaan terhadap kru dan nahkoda menggunakan rapid tes," jelas Yudi. 

"Kami juga melakukan ekspor ini sudah mengikuti aturan dan perizinan lengkap dari instansi terkait, terutama perizinan pengapalan dan  pelayanan kapal melalui mekanisme INAPORTNET," paparnya. 

Tidak hanya itu, pajak ekspor cangkang kelapa sawit yang terbilang lumayan besar yakni sebesar US $ 20/ton, dapat memberikan pendapatan yang besar bagi negara dan daerah. 

"Untuk harganya sendiri lumayan yakni US $ 77 - 85 perton, jadi sangat kontributif sekali, terutama untuk meningkatkan perekonomian dan pendapatan negara yang saat ini sedikit terpuruk akibat Covid-19," tandas Yudhie. 

"Semoga tidak hanya setahun ini, tapi bisa berkelanjutan sehingga selain Pelabuhan Tanjung Gudang bisa beroperasi kembali, perekonomian masyarakat di sekitar pelabuhan seperti rumah makan, buruh dan sopir truk pun bisa meningkatkan dan terdampak positif," terangnya. 

Ditambahkan Yudhie, apabila memang memungkinkan dan mendapat dukungan pemerintah baik pusat maupun provinsi dan daerah, tidak hanya akan ekspor cangkang kelapa sawit tapi juga produk turunan sawit lainnya seperti bahan baku briket.

"Selain produk turunan sawit, udang vaname  juga selama ini kita ekspor melalui provinsi lain tapi jika bisa langsung dari Belinyu akan lebih baik lagi, kami masih menjajaki dengan perusahaan tambak udang berapa ton hasilnya, jika memungkinkan bisa di ekspor langsung," tuksnya. (dwi/wb)




TRENDING TOPICS
MEDSOS WOWBABEL