Dugaan Pungutan di SMPN 1 Pangkalpinang, Disdikbud Tunggu Klarifikasi Grup Bina Lingkungan

SMPN 1 Pangkalpinang.(hen/wb)
SMPN 1 Pangkalpinang.(hen/wb)

PANGKALPINANG,www.wowbabel.com -- Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Pangkalpinang masih menunggu penjelasan dari pihak pengurus Bina Lingkungan SMP 1 Pangkalpinang yang diduga melakukan pungutan uang iuran terhadap wali muridnya. 

Baca Juga: Beredar di Grup WA, Dugaan Pungutan di SMPN 1 Pangkalpinang

Terkait persoalan ini, pihak SMP Negeri 1 Kota Pangkalpinang telah menyatakan tidak ikut serta atau berperan terkait dugaan pungutan uang iuran kepada wali murid sebesar Rp 2.231.200 dengan alasan untuk membeli buku, kursi dan meja sekolah tersebut. 

Dugaan adanya pungutan ini mencuat dari obrolan grup Whatsapp Bina Lingkungan yang kini beredar di masyarakat. Terdapat sejumlah wali murid yang mengeluh terkait kejelasan uang yang telah mereka bayarkan.

"Alasan kepala sekolah mereka tidak ada pungutan. Itu kan kerjaan paguyuban (bina lingkungan). Tapi paguyuban akan kami kejar nanti dasar mereka apa," tegas Kadisdikbud Kota Pangkalpinang, Eddy Supriadi, Selasa (4/8/2020). 

Menurut Eddy, jika alasan dari persoalan itu memang terkait dengan mobiller, pihak SMPN 1 hingga kini belum menyampaikan kondisi kekurangan kebutuhan sarana prasarana yang ada terhadap konsekuensi pada PPDB. 

Terkait percakapan grup Bina Lingkungan yang kini telah tersebar ke publik tersebut, Disdikbud meminta klarifikasi dari pihak yang bersangkutan atau yang mengatasnamakan Kelas Bina Lingkungan. 

"Sudah saya konfirmasi percakapan whatsapp yang bersangkutan bahwa ini dari dinas pendidikan, tolong ibu segera konfirmasi dengan kami. Kami menanti jawaban dari dia," tandas Eddy. 

"Kami akan secara tim. Bukan hanya sekolah ini saja, termasuk sekolah-sekolah lainnya akan kami cek. Insya Allah, saya akan selesai persoalan ini. Saya tidak main-main karena sudah menjadi komitmen kita," tukas Eddy. (hdd) 




MEDSOS WOWBABEL