Wow Bangka Barat Bakal Miliki Perpustakaan Modern Berbasis Inklusi Sosial

Caption: Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten Bangka Barat, Ismantho. (rul/wb)
Caption: Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten Bangka Barat, Ismantho. (rul/wb)

MUNTOK, www.wowbabel.com -- Kabupaten Bangka Barat (Babar) Provinsi Kepulauan Bangka Belitung (Babel) akan memiliki perpustakaan modern berbasis inklusi sosial yang dilengkapi dengan berbagai fasilitas pendukung. 

Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten Bangka Barat, Ismantho menyampaikan perpustakaan modern tidak hanya untuk meningkatkan literasi tapi juga menyediakan inklusi sosial untuk masyarakat Bangka Barat.

"Pertengahan Desember ini target kita selesai untuk pengerjaan gedung,sekarang kondisinya sudah 40 persen," kata Ismantho saat ditemui di kantornya, Selasa, (4/8/2020).

Ia berharap, kehadiran perpustakaan modern ini akan menjadi pilihan masyarakat Bangka Barat untuk menambah wawasan.

"Kita berharap literasi meningkat, fasilitas meningkat, tenaga kita meningkat jadi profesional dan masyarakat juga memanfaatkan itu dengan baik," sambungnya.

Sementara itu, Kepala Bidang Kerjasama Layanan dan Pengembangan Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten Bangka Barat, Farouk mengatakan, bahwa Perpustakaan Modern akan memiliki koleksi umum dan koleksi khusus.

"Ada ruang biografi, ada ruang kelas untuk pembelajaran, ada ruang audio, ada ruang resepsionis, terus ruang pelestarian, ada ruangan untuk buku-buku rusak dan karya-karya kuno," jelasnya.

Farouk mengatakan di ruang pelestarian itu nantinya akan diisi berbagai bahan kimia maka akan penuh bahan kimia.

Ia menyebutkan, saat ini pihaknya sudah mengajukan bantuan ke Pemerintah Pusat sekitar 1.500 eksemplar buku untuk menambah koleksi buku perpustakaan modern. 

"Sekarang inikan tema kita inklusi lawan dari eksklusi terbuka jadi, ada memang untuk acara-acara kegiatan seperti stand up comedy, lomba dongeng, lombanya yang seperti itu yang berbasis literasi jadi ada dongeng, bercerita, bikin buku," terangnya.

Selain itu, perpustakaan modern juga dilengkapi dengan fasilitas tempat praktiknya, dimana masyarakat dapat mempraktikkan langsung hasil refrensi buku yang dibacanya. 

"Misalnya membaca tentang kuliner maka perpustakaan modern sudah mempersiapkan tempat untuk eksperimen dari buku yang dibacanya hingga ke pemasaran sekaligus. Jadi fungsi perpustakaan itu mengarahnya kesana dan kita ditunjuk oleh pusat untuk ini jadi Bangka Barat, Bangka Tengah, dan Bangka Selatan untuk perpustakaan inklusi sosial jadi dananya dari pusat" tukasnya.

Perpustakaan inklusi sosial itu nantinya semua bisa berkegiatan di perpustakaan dengan sumber primernya ada di perpustakaan.

"Bisa langsung ke praktik dan pemasaran, dan konten yang nanti bisa kita jual juga," tutupnya. (rul/wb)




MEDSOS WOWBABEL