Belasan Tahun Jadi Tukang Parkir, Abu Sebut Harus Tetap Sabar

Caption: Abu saat merapikan kendaraan masyarakat di Pasar Muntok. (rul/wb)
Caption: Abu saat merapikan kendaraan masyarakat di Pasar Muntok. (rul/wb)

MUNTOK, www.wowbabel.com -- Belasan tahun mengais rezeki menjadi tukang parkir di Pasar Muntok, Bangka Barat tak membuat Abu Bakar (65) menyerah pada kehidupannya. Di usia senjanya, lelaki yang tinggal Kampung Ulu Muntok Kabupaten Bangka Barat tetap menekuni profesinya itu.

Meski telah memiliki banyak cucu, ia tetap semangat bekerja untuk mencukupi kebutuhan sehari-harinya. Sebelumnya, ia sempat bekerja sebagai kuli bangunan. Namun, menggantikan anaknya yang sekarang menjadi pedagang Ia memilih untuk menjadi tukang parkir.

"Saya jadi tukang parkir sudah dari pertama pasar baru dibuka, sekitar belasan tahunlah," ungkap Abu Bakar diwawancarai Wowbabel, Hari ini, Siang, (05/08/2020).

Ia menyebutkan, rezeki yang diperoleh dari menjadi tukang parkir lumayan cukup untuk memenuhi kebutuhan sehari-harinya.

"Alhamdulillah kalau setiap hari dapatlah Rp 30 ribu rupiah bersihnya dan kalau setoran 32 ribu jadi sekitar 50 ribu 60 ribu sehari dapatlah kalau kondisi pasar ramai," ujarnya.

Abu menyebutkan penghasilan 30 ribu rupiah itu cukup untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari dan bahkan pernah digunakan untuk menyekolahkan anaknya.

"Iya mau gimana lagi inti nyari kebutuhan hiduplah harus jadi tukang parkir ini kalau tidak kerja kan gimana," katanya.

Abu hanya berharap Pemerintah saat ini memahami kondisi masyarakat menengah ke bawah yang butuh kerja dan dapat mudah mencari uang di Bangka Barat.

"Jadi tukang parkir itu harus sabar, resiko besar juga kadang kalau motor hilang orang yang pertama ditanya tukang parkir disalahin padahal pernah kejadian orang salah ngeletakin sekali markir nanya ke kita ada juga yang sudah kita rapikan tapi gak mau bayar banyak itu tapi ya harus sabar aja kuncinya," tutupnya. (rul/wb)



MEDSOS WOWBABEL