Tim KKN UBB Karya Makmur Buat Kompos untuk Warga

Jurnalis_Warga    •    Rabu, 05 Agustus 2020 | 17:16 WIB
Lokal
Tim KKN UBB Karya Makmur Buat Kompos untuk Warga.(ist)
Tim KKN UBB Karya Makmur Buat Kompos untuk Warga.(ist)

SUNGAILIAT,www.wowbabel.com -- Mahasiswa KKN PPM Ristek UBB Desa Karya Makmur manfaatkan sampah organik warga desa setempat untuk diubah menjadi pupuk kompos.

Ini merupakan salah satu program kerja dari pisi kompos yang di ketuai oleh Ferdi Ferdiansyah. Fokus utama dari pisi ini adalah pemanfaatan limbah sampah yang ada di sekitar Desa Karya Makmur agar memiliki nilai jual. 

Sampah yang di manfaatkan untuk membuat pupuk kompos adalah sampah organik Warga Setempat. 

Sampah tersebut lebih dulu diambil oleh petugas kebersihan Desa Karya Makmur dari setiap rumah warga setempat.  Nantinya sampah tersebut sebelum dikirim ke Tempat Pembuangan Akhir (TPA) akan diantar dulu ke Bank Sampah yang ada di samping kantor desa. 

Setibanya sampah  di bank sampah, Mahasiswa KKN PPM Desa Karya Makmur langsung memilah sampah organik dan sampah lainnya yang dapat di daur ulang seperti botol bekas, besi dan lain-lainnya. 

Lantaran pupuk kompos yang akan diproduksi dalam jumlah banyak mengakibatkan bahan baku yang digunakan kurang. Sehingga Mahasiwa KKN PPM Desa Karya Makmur memanfaatkan limbah dari Pasar Higenis Air Ruay dan Pasar Kite Sungailiat. 

Setelah sampah organik terkumpul semua mahasiswa langsung mencacah sampah dan mencampurkan dengan bahan lainnya. Tentunya setelah pupuk kompos selesai diproduksi, nantinya akan dibagikan ke kelompok tani dan warga setempat agar bisa di manfaatkan untuk bercocok tanam.

Ferdi Ferdiansyah selaku ketua pisi menjelaskan, hampir dari semua program kerja yang akan dilaksanakan memanfaatkan limbah dari masyarakat desa karya makmur.  

"Sebelum kita terjun ke lapangan, sebelum KKN kita melakukan survei tempat ternyata ada bak kompos dan mesin pencacah yang sudah lama tidak digunakan lagi. Sehingga kita dari pisi kompos menyusun program agar produksi pupuk kompos Desa Kerya Makmur berjalan kembali," tutur Ferdi. 

Selain Ferdi juga mengatakan di Desa Karya Makmur ternya ada Program Bank sampah dimana program ini memiliki mekanisme warga setempat dapat menjual sampah yang bisa didaur ulang seperti kardus, botol bekas, besi dan lainnya  ke pengurus bank sampah Desa Karya Makmur.

Selain itu Canti Yohana yang merupakan anggota pisi Kompos menyatakan bahwa produksi pupuk kompos ini sudah berjalan terhitung dari tanggal 16 juli  2020. 

"Untuk produksi pupuk kompos kita udah mulai dari tangga 16 Juli untuk saat ini kita hanya menunggu proses fermentasi dari pupuk komposnya," imbuh Canti .

Canti berharap semua program kerja yang sudah direncanakan berjalan dengan sukses dan semuanya terlaksana khususnya untuk pupuk kompos yang memerlukan waktu yang cukup lama dalam proses fermentasi.(rel/*)




MEDSOS WOWBABEL